ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Panglima TNI Kerahkan Bantuan Tempur Maksimal Cari Prajurit Ditembak KKB

Minggu, 16 April 2023 | 16:14 WIB
IA
FS
Penulis: Ichsan Ali | Editor: FFS
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda TNI Julius Widjojono di Balai Wartawan Mabes TNI Jakarta, Minggu, 16 April 2023 siang. 
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda TNI Julius Widjojono di Balai Wartawan Mabes TNI Jakarta, Minggu, 16 April 2023 siang.  (Beritasatu.com/ Ichsan Ali/Ichsan Ali)

Jakarta, Beritasatu.com - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan mengerahkan bantuan tempur maksimal untuk mencari prajurit TNI yang hilang usai kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Pegunungan.

Tak hanya itu, Yudo akan mengambil tindakan tegas tanpa ragu-ragu terhadap KKB pascagugurnya prajurit TNI Pratu Miftahul Arifin akibat serangan KKB, pada Sabtu 15 April 2023, pukul 16.30 WIT.

"Panglima TNI dengan tegas menyampaikan untuk ambil tindakan jangan ragu-ragu. Adapun kondisi prajurit yang lainnya, saat ini masih ada di beberapa lokasi. Kami kesulitan untuk menghubungi karena kondisi cuaca yang tidak menentu, untuk itu Panglima TNI secara terus menerus memerintahkan pencarian dan bantuan tempur dengan kekuatan maksimal," tegas Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono saat konferensi pers, di Balai Wartawan Mabes TNI Jakarta, Minggu (16/4/2023).

ADVERTISEMENT

Julius menegaskan TNI tidak pernah mundur dan konsisten untuk menjaga kedaulatan NKRI, salah satunya di Papua. TNI pun akan bertindak sesuai arahan Panglima TNI untuk mengambil tindakan tegas tanpa ragu-ragu terhadap KKB ini.

"TNI sebagai patriot NKRI tidak pernah mundur sejengkal pun untuk menjaga kedaulatan wilayah RI dan itu masih konsisten dilaksanakan di Papua. Panglima TNI dengan tegas menyampaikan untuk ambil tindakan jangan ragu-ragu," tegas Julius.

"Menindaklanjuti kesimpangsiuran informasi yang beredar di medsos sejak kemarin, saya menyarankan segenap awak media untuk berkenan merujuk informasi yang disampaikan melalui jalur Mabes TNI. Penyebaran informasi keliru akan berdampak pada tingkat keberhasilan operasi di lapangan," kata Julius menambahkan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hakim: Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terencana

Hakim: Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terencana

NASIONAL
Prajurit Bais Akui Kesal Lihat Video Andrie Yunus Protes RUU TNI

Prajurit Bais Akui Kesal Lihat Video Andrie Yunus Protes RUU TNI

NASIONAL
Indonesia Siap Tarik TNI dari Lebanon jika PBB Tak Mampu Melindungi

Indonesia Siap Tarik TNI dari Lebanon jika PBB Tak Mampu Melindungi

NASIONAL
TNI Kerahkan Kapal Perang hingga Pesawat Tempur Amankan KTT ASEAN 2026

TNI Kerahkan Kapal Perang hingga Pesawat Tempur Amankan KTT ASEAN 2026

NASIONAL
TNI Genjot Pembangunan 84 Koperasi Desa Merah Putih di Aceh Barat

TNI Genjot Pembangunan 84 Koperasi Desa Merah Putih di Aceh Barat

NUSANTARA
Prabowo: Indonesia Harus Punya Pertahanan Super Kuat!

Prabowo: Indonesia Harus Punya Pertahanan Super Kuat!

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon