Bonus Demografi Harus Dioptimalkan untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Rabu, 10 Mei 2023 | 17:45 WIB
Tuban, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid menegaskan bonus demografi di Indonesia harus dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara pesat.
Oleh sebab itu, peningkatan SDM selalu jadi program prioritas pemerintah agar penduduk usia produktif Indonesia memiliki keterampilan dan keahlian yang kuat dalam menghadapi puncak bonus demografi..
"Harapannya, bonus demografi ini bisa menjadi bonus ekonomi bagi Indonesia, untuk itu harus unggul, terampil, kuat dan punya skill," kata Taufik saat membawakan orasi ilmiah pada Haflah Muawaada'ah dan Purna Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Manbail Futuh, Jenu, Tuban, Minggu (6/5/2023).
Baca Juga: Kemendagri dan Kemendes PDTT Satukan Persepsi Pembangunan Desa
Taufik menjelaskan optimalisasi bonus demografi tidaklah mudah. Menurutnya tantangan yang dihadapi saat ini luar biasa karena saat klaim bonus demografi, Indeks Pembangunan Indonesia justru berada di urutan 99 dari 114 Negara yang di survei.
Maka dari itu, berbagai kebijakan telah dirumuskan pemerintah untuk dapat memetik manfaat dari melimpahnya penduduk usia produktif yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030-2040 di Indonesia dengan memperkuat fondasi bangsa dengan basic di bidang pendidikan dan kesehatan.
Sekjen Taufik mencontohkan di bidang pendidikan dengan adanya program afirmasi dengan alokasi anggaran 20 persen.
Untuk kesehatan, masalah saat ini adalah tingginya angka stunting yang capai 21 persen. Perintah Presiden Joko Widodo harus turun hingga 14 persen di 2024.
Untuk Kemendes PDTT, saat ini terus berkomitmen untuk membangun 74.961 desa yang ada di Indonesia dengan program-program strategis.
Baca Juga: Mendes PDTT Ajak Pemda untuk Adopsi Program RPL Desa
"Kemendes miliki banyak program afirmasi yang bisa memberdayakan masyarakat termasuk program baru di Transmigasi, yaitu Transpolitan," kata Sekjen Taufik.
Taufik menjelaskan, model Transpolitan nantinya merevitalisasi 52 kawasan transmigrasi berbasis ekonomi digital dan bertumpu pada peningkatan SDM agar bisa beradaptasi dengan kemajuan jaman. Semua itu, kata Taufik untuk mencapai target Indonesia emas 2045 yaitu Indonesia harus bisa sejajar dengan Negara yang sudah maju saat ini.
"Targetnya Indonesia menjadi Lima Besar Negara yang kuat secara Ekonomi," kata Wakil Sekjen PBNU ini.
"Jika persoalan pendidikan, kesehatan dan SDM diselesaikan maka Bonus Demografi akan menjadi Bonus Ekonomi," kata Sekjen Taufik.
Maka dari itu, lanjut Taufik, Nadhlatul Ulama (NU) harus turut berperan strategis melalui kader-kadernya yang berkualitas agar bonus demografi di Indonesia dapat menjadi bonus ekonomi.
"Dan NU harus ambil peran strategis," sambungnya.
Olehnya, Ia berpesan kepada Alumni MA Manbail Futuh untuk miliki kemampuan untuk berdaya saing dengan ilmu pengetahuan yang kuat.
Turut hadir mendampingi Sekjen Taufik, Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela dan Sekretaris BPSDM Asnawi Sabil. Hadir juga Ketua DPRD Tuban Miyadi, pengurus PCNU Tuban, Pengasuh MA Manbail Futuh dan Orang Tua Siswa yang lulus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




