ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua Tim Reformasi Ungkap 2 Catatan Penting untuk Polri, Apa Saja?

Jumat, 26 September 2025 | 09:04 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Komjen Pol Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana (kiri) dan eks Menkopolhukam Mahfud MD (kanan).
Komjen Pol Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana (kiri) dan eks Menkopolhukam Mahfud MD (kanan). (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Tim Transformasi dan Reformasi Polri sekaligus Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana menegaskan, titik paling rawan dalam tubuh Polri terletak pada proses rekrutmen.

Menurutnya, kesalahan dalam merekrut calon anggota akan berakibat panjang karena sosok yang tidak tepat justru bisa menjadi masalah internal di kemudian hari.

“Dosa paling besar bagi Polri adalah ketika rekrutmen dijadikan main-main atau bahkan ada pasar. Kalau sejak awal merekrut orang yang salah, seumur hidup dia menjadi duri dalam daging Polri,” kata Chryshnanda seperti dikutip dalam siniar Akbar Faisal Uncesored, Jumat (26/9/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, banyak personel baik sering tidak terlihat karena sistem yang masih bercorak patrimonial, di mana kedekatan personal dan budaya sungkem lebih menonjol dibanding kemampuan dan integritas.

“Orang-orang yang cerdas dan kritis sering kali terpinggirkan. Padahal mereka bisa menjadi early warning bagi organisasi. Karena tidak mendapat dukungan, sebagian akhirnya mencari jalan lain, bahkan lari ke politik atau pihak-pihak yang punya kekuasaan,” jelasnya.

Chryshnanda menekankan pentingnya membuka sistem secara transparan, termasuk dalam promosi jabatan strategis. Ia menilai mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) harus diberlakukan, terutama bagi jabatan yang memiliki otoritas besar seperti kewilayahan, perizinan, pengelolaan sumber daya, hingga fungsi pengawasan.

“Walaupun mungkin masih ada praktik KKN, minimal mekanisme itu bisa menjadi rem dan memberi kesempatan bagi mereka yang benar-benar layak,” tegasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Reformasi Polri Terkendala Nepotisme dan Politik Jabatan

Reformasi Polri Terkendala Nepotisme dan Politik Jabatan

NASIONAL
Kapolri Bentuk Tim Transformasi, Ketua Tim Beberkan Tugasnya

Kapolri Bentuk Tim Transformasi, Ketua Tim Beberkan Tugasnya

NASIONAL
Ketua DPR: Tim Transformasi Harus Bawa Perubahan Polri

Ketua DPR: Tim Transformasi Harus Bawa Perubahan Polri

NASIONAL
Presiden dan Kapolri Sudah Respons Tuntutan Reformasi Polri

Presiden dan Kapolri Sudah Respons Tuntutan Reformasi Polri

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon