Prabowo Minta Danantara Koordinasi dengan BNPB untuk Bangun Hunian
Kamis, 1 Januari 2026 | 15:16 WIB
Aceh Tamiang, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk melakukan koordinasi ketat dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah dalam pembangunan hunian bagi para pengungsi korban banjir bandang dan longsor.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1/2026). Presiden menegaskan pentingnya sinkronisasi agar pembangunan hunian tidak tumpang tindih dengan program hunian sementara maupun hunian tetap yang dikerjakan oleh lembaga negara lainnya.
Presiden mengingatkan Danantara agar pembangunan hunian yang dilakukan tidak beririsan dengan hunian sementara yang dibangun oleh BNPB maupun hunian tetap yang dikerjakan oleh kementerian dan lembaga lain.
"Saya minta Danantara koordinasi dekat dengan BNPB dan pemerintah daerah, dengan gubernur dan bupati masing-masing supaya tidak tumpang tindih koordinasinya. Ada yang mau di titik ini, jelas siapa yang bangun, dan yang tadi mau titik terpencar siapa itu, silakan. Yang penting nanti koordinasi yang ketat ya, tanya pemda, tanya gubernur," kata Presiden Prabowo kepada CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani saat rapat terbatas, dikutip dari Antara.
Presiden Prabowo juga menekankan peran strategis pemerintah daerah dalam melakukan pemetaan wilayah dan menentukan prioritas pembangunan hunian pascabencana. Penilaian tersebut kemudian menjadi dasar bagi Danantara dalam melaksanakan pembangunan.
"Gubernur menilai di mana yang lebih penting, bupati, bagaimana BNPB supaya resource kita benar-benar bermanfaat, tidak tumpang tindih, tidak mubazir semuanya harus diarahkan segera untuk membantu rakyat kita," kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Danantara yang mampu membangun 600 unit hunian dalam waktu singkat untuk menampung para pengungsi. Danantara menargetkan pembangunan 15.000 unit rumah pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rapat terbatas tersebut berlangsung di kawasan Rumah Hunian Danantara di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Presiden Prabowo sempat meninjau langsung area hunian, berkeliling lokasi, serta menyapa para pekerja yang terlibat dalam pembangunan.
Rumah Hunian Danantara yang dibangun oleh BUMN sektor konstruksi dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain jaringan WiFi, listrik, area bermain anak, dapur umum, kamar mandi dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK), serta sistem drainase. Di Aceh Tamiang, hunian tersebut dibangun di atas lahan yang dikelola oleh PTPN.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan, ratusan hunian yang telah dibangun akan segera diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Hunian tersebut akan digunakan untuk menampung para pengungsi hingga mereka mendapatkan hunian tetap.
Rapat terbatas itu turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Hadir pula jajaran TNI, pemerintah daerah, serta direksi dari 15 BUMN yang terlibat dalam pembangunan hunian pengungsi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




