Wapres Gibran: Tidak Ada Proyek Mangkrak di IKN, Target Tuntas 2028
Selasa, 27 Januari 2026 | 05:49 WIB
Salatiga, Beritasatu.com — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berjalan sesuai rencana. Gibran membantah isu adanya proyek mangkrak dan menyatakan bahwa progres pembangunan di lapangan telah menunjukkan kemajuan signifikan.
Hal tersebut disampaikan Wapres saat mengisi talkshow “Arah Baru Pembangunan Nasional” di Auditorium Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026).
Wapres menjelaskan bahwa pemerintah kini tengah mengejar pembangunan fasilitas penting lainnya, yakni kompleks legislatif dan yudikatif. Fasilitas ini menjadi prioritas agar roda pemerintahan dapat berpindah secara utuh.
“Tidak ada yang mangkrak di IKN. Pembangunannya sudah sesuai timeline yang ada. Fokus kita sekarang adalah menuntaskan pembangunan gedung DPR dan lembaga yudikatif seperti MA, MK, dan lainnya,” tegas Gibran di hadapan civitas akademika UKSW.
Pemerintah optimistis seluruh infrastruktur utama pemerintahan dapat diselesaikan pada tahun 2028. Dengan demikian, kegiatan pemerintahan pusat diharapkan sudah dapat berjalan efektif di Nusantara pada tahun 2029.
Dalam sesi tanya jawab dengan mahasiswa, Wapres menggambarkan IKN bukan sekadar pemindahan kantor pemerintahan, melainkan pembangunan ekosistem baru yang modern, bersih, dan bebas macet. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) dalam menyambut kota masa depan ini.
“IKN adalah kota yang sangat hidup, udaranya bersih, dan insyaallah aman dari bencana. Tempat ini sangat ideal untuk anak muda. Selain area perkantoran, fasilitas komersial seperti supermarket, pusat hiburan, hingga sport center juga akan terus bertambah seiring berjalannya waktu,” imbuhnya.
Gibran juga menceritakan pengalamannya saat meninjau langsung progres IKN pada Desember 2025 bersama presiden. Menurutnya, koordinasi intensif antarlembaga memastikan pembangunan tetap berada pada jalur yang benar sesuai target jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




