Kabareskrim Polri Dorong Satgas Pangan Tindak Tegas Pelaku Usaha Nakal
Kamis, 19 Februari 2026 | 18:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Pengarah Satgas Saber Pelanggaran Pangan, Komjen Pol Syahardiantono, menegaskan kepada seluruh jajaran satgas untuk menindak tegas pelaku usaha yang terbukti melanggar ketentuan harga, keamanan, dan mutu pangan.
Syahdiantono yang juga menjabat Kabareskrim Polri itu meminta seluruh unsur satgas, baik di tingkat pusat maupun daerah, tidak ragu dalam melakukan penindakan.
"Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono selaku Ketua Pengarah menegaskan kepada seluruh Satgas, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, agar tidak ragu menindak tegas pelaku usaha yang melanggar ketentuan harga, keamanan, dan mutu pangan sesuai hukum yang berlaku," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).
Johnny mengungkapkan, Satgas Saber Pangan Pusat telah memantau 18.628 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota selama dua pekan terakhir. Hasil pengawasan menunjukkan tren penurunan harga sejumlah komoditas pangan.
Namun, beberapa komoditas masih menjadi perhatian karena berada di atas harga eceran tertinggi (HET), di antaranya beras premium zona III, Minyakita, daging sapi, bawang putih, gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, serta cabai rawit merah.
Menurut Johnny, kondisi ini dipengaruhi curah hujan tinggi yang berdampak pada produksi, kualitas, dan distribusi pangan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Johnny menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan, seperti Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementan, Kementerian Perdagangan, Polri, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, hingga satgas di daerah.
Langkah yang dapat dilakukan antara lain mobilisasi komoditas dari daerah surplus, operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga dukungan biaya transportasi dari pemerintah.
"Satgas juga menyoroti Minyakita yang secara nasional masih dijual di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan di akhir periode pemantauan. Komoditas ini menjadi yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan," kata Johnny.
Selama dua pekan terakhir, Satgas menerima delapan laporan dari Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, Mataram, Tanjung Pinang, hingga Lumajang. Seluruh laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh satgas daerah. Johnny menegaskan, pengawasan akan terus diperkuat dan sosialisasi pengaduan kepada masyarakat diperluas.
"Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi Imlek, Ramadan, Nyepi dan Idulfitri 2026," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




