ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Punya Harta Rp 86 M

Selasa, 3 Maret 2026 | 10:42 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026). Seusai ditangkap KPK, Fadia langsung dibawa ke gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan Jawa Tengah, salah satunya bupati," ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Menilik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 30 Maret 2025, Fadia memiliki kekayaan sebesar Rp 85,6 miliar. 

ADVERTISEMENT

Fadia tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan sebanyak 26 bidang yang tersebar di wilayah Pekalongan, Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Semarang, Badung, dan Depok. Harta tidak bergerak milik Fadia itu tercatat senilai Rp 74,2 miliar.

Fadia juga tercatat memiliki harta berupa alat transportasi di antaranya mobil Hyundai 2013 dan mobil Toyota Alphard tahun 2018. Total harta bergerak milik Fadia senilai Rp 1,18 miliar.

Selain itu, Fadia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 3 miliar, kas dan setara kas Rp 10,3 miliar. Fadia juga disebut memiliki utang sebesar Rp 3,2 miliar sehingga harta milik Fadia seluruhnya mencapai Rp 85,6 miliar.

Berikut rincian kekayaan Fadia Arafiq dilansir dari laman resmi LHKPN:

A. Bidang Tanah dan bangunan Rp 74.290.000.000

  1. Tanah seluas 2720 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 2,04 miliar. 
  2. Tanah dan bangunan seluas 90 m2/55 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri Rp 1,5 miliar.
  3. Tanah dan bangunan seluas 180 m2/162 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri Rp 3,5 miliar.
  4. Tanah dan bangunan seluas 2,25 m2/2,25 m2 di Kabupaten/Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri Rp 2,4 miliar.
  5. Tanah dan bangunan seluas 2,84 m2/2,84 m2 di Kabupaten/Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri Rp 3,8 miliar.
  6. Tanah dan bangunan seluas 800 m2/500 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri Rp 5 miliar.
  7. Tanah dan bangunan seluas 489 m2/200 m2 di Kabupaten/Kota Semarang, hasil sendiri Rp 7 miliar.
  8. Tanah seluas 200 m2 di kab/kota Badung, hasil sendiri Rp 3,5 miliar.
  9. Tanah dan bangunan seluas 100 m2/100 m2 di Kabupaten/Kota Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 5 miliar.
  10. Tanah seluas 550 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri Rp 10 miliar.
  11. Tanah dan bangunan seluas 209 m2/209 m2 di Kabupaten/Kota Depok, hasil sendiri Rp 3,5 miliar.
  12. Tanah dan bangunan seluas 1613 m2/800 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 3,5 miliar.
  13. Tanah dan bangunan seluas 310 m2/300 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 5 miliar.
  14. Tanah seluas 1298 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 2,5 miliar.
  15. Tanah seluas 740 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 1 miliar.
  16. Tanah seluas 1900 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 1,9 miliar.
  17. Tanah seluas 1900 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 1,9 miliar.
  18. Tanah seluas 1420 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 3,55 miliar.
  19. Tanah seluas 599 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 2,5 miliar.
  20. Tanah seluas 7330 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 2,5 miliar.
  21. Tanah dan Bangunan seluas 200 m2/150 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 500 juta.
  22. Bangunan seluas 100 m2/ 270 m2 di kab/kota Pekalongan, hasil sendiri Rp 350 juta.
  23. Tanah seluas 121 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp 325 juta.
  24. Tanah seluas 76 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp 700 juta.
  25. Tanah dan bangunan seluas 76 m2/120 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp 700 juta.
  26. Tanah seluas 10 m2 di kab/kota Bogor, hasil sendiri Rp 125 juta. 

Alat transportasi dan mesin Rp 1,18 miliar.

  1. Mobil, Hyundai minibus tahun 2013, hasil sendiri Rp 200 juta.
  2. Mobil, Alphard Alphard X A/T 2.4 tahun 2018, hasil sendiri Rp 980 juta

C. Harta bergerak lainnya Rp 3,02 miliar.

D. Surat berharga Rp -

E. Kas dan setara kas Rp 10.333.500.000

F. Harta lainnya Rp. -

Sub total Rp 88.823.500.000

III. Hutang Rp 3,2 miliar.

IV. Total harta kekayaan (II-III) Rp 85.623.500.000

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus Bupati Sudewo, KPK Periksa Saksi di Mojokerto

Kasus Bupati Sudewo, KPK Periksa Saksi di Mojokerto

NASIONAL
KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

KPK: Korupsi Kepala Daerah Tak Melulu Soal Biaya Politik

NASIONAL
KPK: Politik Mahal Jadi Akar Korupsi Daerah

KPK: Politik Mahal Jadi Akar Korupsi Daerah

NASIONAL
Integritas Rendah, Tata Kelola Pemkab Tulungagung Disorot KPK

Integritas Rendah, Tata Kelola Pemkab Tulungagung Disorot KPK

NASIONAL
Pemprov Jatim Siap Benahi Sistem Seusai OTT Bupati Tulungagung

Pemprov Jatim Siap Benahi Sistem Seusai OTT Bupati Tulungagung

JAWA TIMUR
6 Bupati dan Wali Kota Terjaring OTT KPK 2026, Siapa Paling Tajir?

6 Bupati dan Wali Kota Terjaring OTT KPK 2026, Siapa Paling Tajir?

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon