ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Survei Cisco: Serangan Siber Meningkat 40% di Masa Pandemi

Rabu, 13 Januari 2021 | 15:44 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ilustrasi ransomware.
Ilustrasi ransomware. (Dok. Cisco)

Jakarta, Beritasatu.com - Sepanjang tahun 2020, banyak perusahaan dan perseorangan yang menghadapi ancaman serangan siber. Akibat pandemi Covid-19, Cisco Umbrella mencatat setidaknya terjadi peningkatan sebesar 40 persen serangan siber di tahun lalu.

Memasuki tahun yang baru ini, banyak perusahaan dan perseorangan yang kemudian mencari cara untuk memperkuat keamanan siber mereka.

Siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (13/1/2021) menyebutkan, berdasarkan hasil survei Cisco terhadap lebih dari 4.800 praktisi teknologi informasi (TI) dan keamanan siber yang dilakukan di 25 negara dari berbagai macam industri, salah satu tipe serangan siber yang paling sering menyerang perusahaan atau bisnis kecil adalah ransomware.

Tercatat, bbanyak perusahaan dan bisnis kecil yang dipaksa membayarkan sejumlah uang untuk bisa mendapatkan kembali akses ke berkas penting atau sistem komputer mereka.

ADVERTISEMENT

Hasil studi Cisco menyatakan, salah satu akses atau jalur masuk ransomware paling sering adalah melalui port DNS (Domain Name System). Sayangnya, masih banyak orang dan perusahaan yang hanya bergantung kepada perlindungan firewall yang tidak memonitor isi DNS traffic sehingga seringkali mengalami kebobolan.

Ransomware bisa masuk dengan mudah tanpa terdeksi sebagai suatu perangkat lunak yang mampu menyandera berkas penting atau akses ke sistem komputer.

Hal ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan memberikan perlindungan ekstra di area tersebut. Cisco Umbrella misalnya, merupakan solusi keamanan siber Cisco yang mampu memberikan web protection melalui Cisco Umbrella Roaming (DNS Security) sehingga ransomware tidak bisa masuk dengan mudah ke sistem komputer.

Cisco Umbrella juga menggabungkan fungsi firewall, secure web gateway, DNS-layer security, dan cloud access security broker (CASB) ke dalam satu platform tunggal untuk membantu melindungi jaringan secara keseluruhan.

Intinya, semakin canggih perkembangan teknologi selalu dibarengi dengan meningkatnya serangan siber yang mengancam. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan tindakan antisipasi guna melindungi diri dari berbagai macam serangan siber.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hacker Iran Targetkan PLC Infrastruktur AS, Ribuan Sistem Terekspos

Hacker Iran Targetkan PLC Infrastruktur AS, Ribuan Sistem Terekspos

EKONOMI
Hacker Pro-Iran Bobol Email Direktur FBI Kash Patel

Hacker Pro-Iran Bobol Email Direktur FBI Kash Patel

INTERNASIONAL
Awas! Phishing Baru Mengintai lewat Notifikasi Google Tasks

Awas! Phishing Baru Mengintai lewat Notifikasi Google Tasks

OTOTEKNO
Peretas Kini Manfaatkan Gemini untuk Percepat Serangan Siber

Peretas Kini Manfaatkan Gemini untuk Percepat Serangan Siber

OTOTEKNO
Amazon Tolak 1.800 Pekerja IT Asal Korea Utara

Amazon Tolak 1.800 Pekerja IT Asal Korea Utara

EKONOMI
China Tuding AS Rusak Sistem Vitalnya lewat Serangan Siber

China Tuding AS Rusak Sistem Vitalnya lewat Serangan Siber

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon