Logo BeritaSatu

Minta Tak Seret Namanya, Azis Syamsuddin Panggil Rita Widyasari dengan Sebutan Bunda

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:33 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin memanggil mantan Rita Widyasari dengan sebutan bunda saat meminta Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) itu tak menyeret namanya jika diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu terungkap saat jaksa penuntut KPK membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Rita dalam sidang perkara dugaan suap penanganan perkara dengan terdakwa mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/10/2021).

Dalam BAP itu, terungkap komunikasi antara Azis dan Rita. Dengan menggunakan panggilan bunda, Azis meminta Rita tak menyeret namanya jika diperiksa KPK terkait kasus suap yang menjerat Stepanus.

"Apa Azis sampaikan seperti ini 'Bunda tolong kalau diperiksa KPK akui saja dolar yang dikirimkan ke Robin (Stepanus Robin Pattuju) dari money changer itu adalah milik bunda'. Terus saudara tanyakan ke Pak Azis Syamsuddin 'berapa bang?', Pak Azis sampaikan 'sekitar Rp 8 miliar iya itu uang dolar dari saya'," ungkap Jaksa KPK saat membacakan BAP Rita Widyasari.

Fakta itu bermula ketika salah seorang jaksa KPK mengonfirmasi Rita soal komunikasinya dengan Azis setelah Stepanus Robin Pattuju dan rekannya, Maskur Husain ditetapkan sebagai tersangka. Rita mengakui pernah dihubungi Azis Syamsuddin. Kemudian, Azis juga sempat meminta bantuan rekannya bernama Kris untuk menemui Rita yang sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang. Saat itu, Kris meminta agar nama Azis Syamsuddin tidak diseret jika Rita diperiksa KPK nantinya.

"Pada intinya beliau (Kris) menyampaikan jangan bawa-bawa Bang Azis. Saya sampaikan, niatnya Bang Azis kan sebetulnya membantu saya, Pak. Beliau bilang jangan bawa beliau. Ada beberapa angka yang harus saya akui," terang Rita.

Rita menjelaskan Azis memang berniat membantu mengurus pengembalian 19 asetnya yang disita oleh KPK melalui peninjauan kembali (PK). Pengurusan pengembalian aset itu dengan meminta bantuan dari penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju.

Namun, Rita mengeklaim tidak tahu menahu mengenai uang Rp 8 miliar yang diberikan Azis Syamsuddin kepada Stepanus Robin untuk mengurus perkaranya. Jaksa pun kembali mengonfirmasi mengenai klaim Rita tersebut.

"Saya tegaskan ya, dari keterangan saudara tadi, saudara didatangi oleh temannya Pak Azis bernama Pak Kris. Dan Pak Kris menyampaikan ke saudara bahwa intinya jangan bawa-bawa nama Pak Azis Syamsuddin kalau diperiksa KPK," tanya jaksa kepada Rita.

"Dan kedua, terkait uang Rp200 juta yang ditransfer pak Azis ke pak Maskur, serta uang yang berbentuk dolar (Amerika maupun Singapura) agar diakui itu uangnya saudara." Benar begitu?" Sambung jaksa kembali bertanya.

"Iya," jawab Rita.

"Padahal itu bukan uang saudara?" ucap jaksa kembali bertanya.

"Saya enggak punya uang, Pak," ucap dia.

"uang itu dalam rangka apa?" tanya jaksa.

"Karena kan saya ada lawyer fee, lawyer fee belum dibayar. Anggaplah kalau itu saya akui, itu legal," terang Rita.

Dalam persidangan ini, Rita mengaku mengenal Stepanus dari Azis. Rita menuturkan, perkenalan itu bermula saat Azis menemuinya di Lapas Klas IIA Tangerang pada September 2020. Dalam pertemuan itu, Rita mengeklaim keduanya membahas persoalan Partai Golkar.

Saat itu, menurut Rita, Azis datang bersama Robin. Di sela-sela pertemuan itu, Azis memperkenalkan Stepanus kepada Rita.

"Waktu itu membahas Golkar di Kalimantan Timur. Beliau, Azis, menyampaikan memperkenalkan Pak Robin," katanya.

Pertemuan tersebut, kata Rita, berlangsung di tempat kunjungan tamu tahanan. Rita merupakan terpidana kasus suap dan gratifikasi.

"Ruang tamu lapas Tangerang. Cuma bertiga di dalam ruangan," ujarnya.

Jaksa lantas mencecar Rita mengenai tujuan Azis mendatanginya bersama Stepanus. Menjawab hal ini, Rita mengakui Stepanus bersedia membantunya mengajukan PK.

"Beliau bisa bantu-bantu. Terkait kasus suap saya PK (Peninjauan Kembali) di MA," ungkap Rita.

Diketahui, jaksa KPK mendakwa Stepanus bersama-sama pengacara Maskur Husain menerima uang suap Rp 11,025 miliar dan US$ 36.000 atau total sekitar Rp 11,5 miliar. Suap itu diterima Stepanus dan Maskur dari lima pihak yang berperkara di KPK.

Berikut perincian uang yang diterima Robin bersama dengan Maskur Husain:
1. Dari Wali Kota Tanjungbalai Muhamad Syahrial sejumlah Rp 1.695.000.000;

2. Dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan politikus Partai Golkar Aliza Gunado sejumlah Rp 3.099.887.000 dan US$ 36.000;

3. Dari Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp 507.390.000;

4. Dari Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sejumlah Rp 525.000.000;

5. Dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sejumlah Rp 5.197.800.000.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tahanan Polsek Astana Anyar Dipindahkan Usai Bom Bunuh Diri

Pelayanan dan tahanan Polsek Astana Anyar dipindahkan ke Mapolrestabes Bandung usai bom bunuh diri yang menghancurkan Mapolsek Astana Anyar. 

NEWS | 7 Desember 2022

Terpidana Bom Bali I, Umar Patek Bebas Bersyarat Hari Ini

Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham menyatakan, Hisyam bin Alizein alias Umar Patek, terpidana bom Bali I bebas bersyarat mulai hari ini, Rabu (7/12/2022).

NEWS | 7 Desember 2022

Setelah Menikah, Kaesang dan Erina Tak Akan Tunda Momongan

Kaesang Pangarep mengaku akan langsung tancap gas untuk punya momongan setelah resmi menikah dengan Erina Gudono.

NEWS | 7 Desember 2022

Mengaku Tak Jujur, Ferdy Sambo Tak Sudi Disebut Pembohong

Ferdy Sambo tidak sudi disebut pembohong, meski hasil poligraf atau uji kebohongan terkait kasus pembunuhan Brigadir J menyatakan Ferdy Sambo tidak jujur.

NEWS | 7 Desember 2022

Kapolri Instruksikan Usut Tuntas Bom Bunuh Diri Bandung

Kapolri Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri Bandung tersebut.

NEWS | 7 Desember 2022

KPK Tangkap Ra Latif dan 5 Pejabat Pemkab Bangkalan, Ini Daftarnya

KPK menangkap Bupati Bangkalan, AbduI Latif Amin Imron atau Ra Latif dan lima pejabat di Pemkab Bangkalan terkait kasus jual beli jabatan. 

NEWS | 7 Desember 2022

Bharada E Pastikan Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J

Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E menegaskan Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

NEWS | 7 Desember 2022

Kapolri Sampaikan Dukacita kepada Korban Bom Bandung

Saat menjenguk korban bom Bandung di Rumah Sakit Immanuel, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan duka atas wafatnya Aipa Sofyan. 

NEWS | 7 Desember 2022

Ferdy Sambo Akui Tidak Jujur Saat Diperiksa Uji Kebohongan

Ferdy Sambo akui tidak jujur saat diperiksa poligraf atau alat uji kebohongan terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J. 

NEWS | 7 Desember 2022

Efek Bom Bandung, Pengamanan Pernikahan Kaesang Dipertebal

Pengamanan pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono akan dipertebal mengingat adanya peristiwa bom Bandung. 

NEWS | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tahanan Polsek Astana Anyar Dipindahkan Usai Bom Bunuh Diri

Tahanan Polsek Astana Anyar Dipindahkan Usai Bom Bunuh Diri

NEWS | 40 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE