Korban Banjir di Paser Keluhkan Penyaluran Bantuan Belum Merata
Minggu, 19 Maret 2023 | 23:08 WIB
Paser, Beritasatu.com - Bencana banjir setinggi dua meter yang melanda Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mulai berangsur surut. Kendati demikian, sebagian besar warga mengeluhkan penyaluran bantuan pemerintah yang dinilai masih belum merata dan kurang maksimal.
Berdasarkan pantauan udara, kondisi banjir masih terlihat merendam rumah-rumah warga, khususnya yang berada di Kelurahan Longkali, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Meski terlihat mulai terjadi sedikit penurunan debit banjir, namun aktivitas warga masyarakat yang menjadi korban banjir masih belum pulih.
Ketua RT 16 Kelurahan Longkali, Suriansyah mengatakan, saat ini ketinggian banjir yang merendam desanya, mulai mengalami surut, jika dibandingkan hari sebelumnya.
Walaupun perlahan ketinggian banjir telah berangsur menurun, namun warga masih mengeluhkan penyaluran bantuan yang dinilai belum merata dan kurang maksimal.
"Alhamdulillah, ini air perlahan sudah mulai menurun mas, ya kira-kira sudah turun sekitar 12 centimeter lah mas. Cuma ya itu, sampai sekarang penyaluran bantuan saja yang belum merata dan belum maksimal mas," kata Suriansyah saat ditemui di Posko Penanggulangan Banjir, di Kantor Kelurahan Longkali, Minggu (19/3/2023).
Menurut Suriansyah, masih banyak warga korban banjir yang hingga kini masih terjebak di dalam rumah, terutama kalangan lanjut usia (lansia), wanita dan ibu hamil.
Pasalnya, banyak diantara mereka yang takut terseret derasnya arus banjir karena tidak bisa berenang, sehingga mereka memilih untuk tetap bertahan di dalam rumah.
"Iya ini karena bantuan belum maksimal, jadi memang masih banyak warga yang membutuhkan bantuan, terutama ibu-ibu. Orangnya yang di dalam ini gak bisa keluar, masalahnya ini mereka gak bisa berenang," imbuhnya.
Suriansyah menjelaskan, penyebab penyaluran bantuan untuk warga korban banjir yang belum merata ini, adalah keterbatasan jumlah tenaga yang bisa menyalurkan bantuan ke warga yang masih bertahan di dalam rumahnya.
Ia pun mengaku mulai kewalahan untuk mendistribusikan bantuan dari Posko Penanggulangan Banjir di Kantor Kelurahan Longkali menuju ke rumah-rumah warga, karena banyaknya jumlah warga yang membutuhkan bantuan.
"Saya sudah kewalahan mas harus kesana kesini untuk menyalurkan nasi bungkus atau bantuan logistik ke rumah-rumah warga. Karena memang jumlah rumah yang terendam cukup banyak, sedangkan tenaganya sedikit," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo





