ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Panas Ekstrem, Petani Kudus Mengeluh Hasil Panen Kurang Maksimal

Sabtu, 22 Juli 2023 | 17:51 WIB
J
FH
Penulis: Jamaah | Editor: FER
Petani menunjukan kondisi lahan kering yang bakal ditanami palawija di Desa Megawon, Jati, Kudus, Sabtu, 22 Juli 2023.
Petani menunjukan kondisi lahan kering yang bakal ditanami palawija di Desa Megawon, Jati, Kudus, Sabtu, 22 Juli 2023. (Beritasatu.com/Jamaah)

Kudus, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Kudus, Wahyu Utomo mengatakan, dampak cuaca panas ekstrem mulai dirasakan petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

"Sebagian lahan pertanian mulai terserang penyakit dan hasil panen kurang maksimal. Selain itu, petani masih ragu untuk menanam palawija karena menyangkut ketersediaan air," ujar Wahyu Utomo di Kudus, Sabtu (22/7/2023).

Wahyu menjelaskan, sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Kudus saat ini telah memasuki panen raya. Meski begitu, masih terdapat sebagian lahan pertanian padi yang tanam terlambat panen karena terserang hama.

ADVERTISEMENT

"Petani mengakui ada dampak cuaca panas ekstrem sehingga sawahnya kering. Imbasnya, tanaman padi tidak berisi atau gabuk," jelasnya.

Menurut Wahyu, terdapat beragam faktor kondisi tanaman padi kurang maksimal. Salah satunya, fenomena panas ekstrem di tambah kondisi lahan pertanian mengalami kekeringan.

"Kondisi ini menyebabkan daya serap air pada tanaman padi yang memasuki masa pengisian bulir kurang maksimal," imbuhnya.

Wahyu menambahkan, masih terdapat sebagian petani yang ragu untuk menanam palawija lantaran kondisi cuaca panas ekstrem. Keterbatasan air dikhawatirkan memicu hasil tanaman palawija.

"Sejauh ini, musim tanam ketiga kebanyakan palawija. Namun, sebagian petani masih bimbang mau ditanami atau tidak," terangnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak fenomena El Nino bakal terjadi bulan Agustus hingga September 2023.

Fenomena panas ekstrem disebut akan membawa dampak pada ketahanan pangan dan ketersediaan air di Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tak Cuma Gerah, Panas Ekstrem Ternyata Bisa Ganggu Keseimbangan Hormon

Tak Cuma Gerah, Panas Ekstrem Ternyata Bisa Ganggu Keseimbangan Hormon

LIFESTYLE
Bahaya Panas Ekstrem bagi Anak, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Bahaya Panas Ekstrem bagi Anak, Kenali Gejala dan Pencegahannya

LIFESTYLE
BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Cuaca Panas di Sejumlah Daerah

BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Cuaca Panas di Sejumlah Daerah

NASIONAL
Panas Ekstrem di Indonesia, BMKG: Suhu Majalengka 36 Derajat Celsius

Panas Ekstrem di Indonesia, BMKG: Suhu Majalengka 36 Derajat Celsius

NASIONAL
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Beberapa Hari Terakhir

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Beberapa Hari Terakhir

JAKARTA
Waspada Sinar UV Tinggi Imbas Cuaca Panas Picu Iritasi Kulit dan Mata

Waspada Sinar UV Tinggi Imbas Cuaca Panas Picu Iritasi Kulit dan Mata

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon