12 Hari Demak Terendam Banjir, Relawan Maksimalkan Pompa dan Jebol Median Jalan
Senin, 19 Februari 2024 | 12:19 WIB
Demak, Beritasatu.com - Sejumlah desa di Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah, hingga hari ke-12 permukiman masih terendam banjir lebih dari 1 meter, bahkan Jalur Pantura masih tergenang. Beragam upaya dilakukan para relawan, hingga median jalan terpaksa harus dijebol untuk mengurangi debit banjir.
Sementara untuk memaksimalkan pompa, jalur pantura yang sempat dibuka satu hari kini kembali ditutup oleh Satlantas Polres Demak maupun Satlantas Polres Kudus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu sejumlah relawan gabungan berbagai daerah hingga hari ke-12 banjir yang merendam Demak masih berjibaku mengurangi genangan banjir. Salah satunya adalah median jalan jalur pantura terpaksa dijebol untuk mengurangi debit air banjir di permukiman yang meluas hingga ke Jalur Pantura.
Di lokasi tersebut sebanyak 4 unit truk pompa air pun dikerahkan untuk menyedot genang banjir dialirkan ke arah utara. David Setyawan salah satu relawan asal Pati mengungkapkan, untuk mengurangi debit air bersama sejumlah relawan melakukan penyedotan menggunakan empat pompa air.
"Karena debit elevasi antara selatan dan utara berbeda, maka kita tambahi pompa agar genangan segera surut ke arah utara, tetapi tidak menutup kemungkinan di arah utara sudah kita siapkan pompa di sana agar cepat surut," ungkap David kepada Beritasatu.com, Senin (19/2/2024).
Menurut David, hingga saat ini permukiman yang masih terendam berkisara 60 sentimeter hingga 160 sentimeter untuk lokasi yang masih rendah.
Karena lokasi banjir berada di cekungan, lanjut David, pihaknya dibantu berbagai pihak memaksilkan dengan mengerahkan puluhan pompa air di sejumlah titik lokasi untuk mengurangi debit air di permukiman dan jalur pantura.
"Rata-rata genangan dari 70 sentimeter sampai 160 sentimeter masih ada. Saya mengimbau untuk pengguna Jalan Pantura khususnya dari Kudus ke Demak dan sebaliknya memang satu ruas jalan, karena kita gunakan untuk main pompa," tandasnya.
Edi Susanto, salah seorang warga Desa Kedung Banteng mengaku banjir di wilayahnya sudah berangsur surut. Meski demikian, banjir yang merendam rumahnya masih mencapai 1 meter. Anggota keluarganya dan warga lainnya hingga hampir 2 pekan masih mengungsi di posko pengungsian.
"Dua hari ini mulai surut, kalau dalam rumah 80 sentimeter sampai 1 meter," ujarnya.
Sementara itu, Jalur Pantura yang sempat dibuka satu hari, pada Senin (19/2/2024) kini kembali ditutup untuk memaksimalkan penyedotan air dengan pompa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




