Tembus Pasar Dunia, Kakao Poso Diekspor ke Prancis
Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:02 WIB
Poso, Beritasatu.com – Dari lereng-lereng hijau di Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, aroma kakao fermentasi yang khas kini menembus batas negara. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Poso melepas ekspor perdana dua ton biji kakao fermentasi premium ke Prancis.
Komoditas unggulan itu dikirim oleh Koperasi Karya Bersama bekerja sama dengan Rainforest Alliance, untuk diproduksi oleh perusahaan cokelat ternama dunia Valrhona Chocolate.
Momentum ini bukan sekadar transaksi dagang, melainkan pengakuan dunia terhadap kualitas kakao Poso, sekaligus bukti petani Indonesia mampu menembus pasar premium global.
Kegiatan yang berlangsung meriah di Pendolo itu dihadiri Wakil Bupati Poso Soeharto Kandar, Kepala OJK Sulteng Bonny Hardi Putra, perwakilan Valrhona Chocolate France Miss Sancie Castan, serta ratusan petani.
Dalam sambutannya, Bonny Hardi Putra menegaskan, ekspor ini merupakan buah nyata kolaborasi lintas sektor antara regulator, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan koperasi.
“Ini bukan sekadar ekspor, tetapi pengakuan dunia terhadap kakao Poso. Model sinergi ini membuktikan ekonomi daerah bisa tumbuh lewat kerja sama multipihak,” ujar Bonny, Minggu, (19/10/2025)
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi implementasi langsung program pengembangan ekonomi daerah (PED) dan tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD), sebagaimana amanat UU P2SK yang menekankan penguatan sektor keuangan untuk kemandirian ekonomi rakyat.
Petani Kakao Naik Kelas
Bersamaan dengan pelepasan ekspor, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Koperasi Karya Bersama dan Bank BRI Cabang Poso guna memperluas akses permodalan bagi petani. Wakil Bupati Soeharto Kandar menyebut momen ini sebagai tonggak baru kebangkitan ekonomi petani Poso.
“Poso siap menjadi episentrum kakao dunia. Petani kita kini bukan sekadar pemasok bahan mentah, tetapi pelaku utama dalam rantai nilai global,” tegasnya.
Sementara Ketua Koperasi Karya Bersama Bernard Ranonto mengaku bangga atas capaian itu.
“Fermentasi kakao bukan hanya soal kualitas, tapi juga soal harga. Nilainya bisa naik tiga kali lipat, dan kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” ujarnya dengan mata berbinar.
Ekspor perdana dua ton kakao fermentasi ke Prancis ini menjadi sejarah baru bagi kakao Indonesia. Hal ini sekaligus menegaskan dari desa kecil di Poso, rasa cokelat kelas dunia kini lahir untuk dinikmati seluruh dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




