ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2 SD di Aceh Barat Hancur Dihantam Banjir, 30 Lainnya Terendam Lumpur

Minggu, 30 November 2025 | 12:24 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Bangunan SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat rusak parah akibat terjangan banjir bandang, Minggu (30/11/2025).
Bangunan SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat rusak parah akibat terjangan banjir bandang, Minggu (30/11/2025). (Antara/Antara)

Meulaboh, Beritasatu.com - Sebanyak 32 bangunan sekolah dasar (SD) di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat terendam banjir dengan ketinggian di atas 1 meter, sehingga mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terhenti.

“Banjir bandang juga merusak dua sekolah dasar di pedalaman Aceh Barat, sehingga sarana pendidikan bagi anak didik terhenti total,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat Husensah dikutip dari Antara, Minggu (30/11/2025).

Adapun dua SD yang hancur terbawa arus sungai akibat banjir bandang, di antaranya SDN Alue Lhok, Kecamatan Pante Ceureumen dan SD Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

ADVERTISEMENT

Husensah mengatakan dampak rusaknya dua unit sekolah dasar di pedalaman Aceh Barat tersebut juga telah menghentikan seluruh aktivitas pendidikan terhenti total.

Bahkan hanya sedikit bangunan sekolah yang tersisa dan saat ini berada di pinggir aliran sungai, karena lahan sekolah telah tergerus sungai. 

Selain itu, sebanyak 30 unit sekolah dasar tersebar di 10 kecamatan di Aceh Barat juga terendam banjir dan lumpur, sehingga aktivitas belajar bagi murid belum bisa dilaksanakan sementara waktu. 

Dampak banjir bandang dan banjir luapan juga mengakibatkan aneka sarana belajar di sekolah dasar juga rusak parah, termasuk meja, kursi, buku, alat peraga serta ruang belajar dan sarana elektronik lainnya. 

Husensah mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan daerah termasuk pemerintah provinsi, agar segera mendapatkan penanganan lanjutan.

Ia mengatakan aktivitas belajar-mengajar di puluhan satuan pendidikan terpaksa dihentikan sementara waktu, karena sebagian besar sekolah terendam banjir khususnya di wilayah pedalaman.

Dia mengatakan dihentikannya aktivitas belajar mengajar di sekolah, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan bagi anak didik dalam situasi bencana saat ini.

Selain itu, banyak rumah guru dan warga termasuk anak didik yang rumah orangtua nya terkena rendaman banjir, sehingga tidak memungkinkan dilaksanakan proses belajar mengajar.

Husensah mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat hingga saat ini juga masih melakukan pendataan terhadap SMP yang terkena banjir bandang dan banjir luapan, yang mengakibatkan kerusakan aneka fasilitas dan sarana belajar bagi anak didik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir Putus Akses Jalan Komunitas Adat Terpencil Sikundo Aceh Barat

Banjir Putus Akses Jalan Komunitas Adat Terpencil Sikundo Aceh Barat

NUSANTARA
TNI dan PLN Tempuh Medan Ekstrem Distribusikan Genset ke Aceh Barat

TNI dan PLN Tempuh Medan Ekstrem Distribusikan Genset ke Aceh Barat

NUSANTARA
Sikundo Aceh Barat Masih Terisolasi, Bantuan Harus Dikirim via Udara

Sikundo Aceh Barat Masih Terisolasi, Bantuan Harus Dikirim via Udara

NUSANTARA
Seluruh Pengungsi Korban Banjir di Aceh Barat Sudah Kembali ke Rumah

Seluruh Pengungsi Korban Banjir di Aceh Barat Sudah Kembali ke Rumah

NUSANTARA
Banjir Terjang Aceh Barat, 1.003 Orang Terdampak

Banjir Terjang Aceh Barat, 1.003 Orang Terdampak

NUSANTARA
Aceh Barat Dilanda Banjir, 1 Remaja Tewas Terseret Arus

Aceh Barat Dilanda Banjir, 1 Remaja Tewas Terseret Arus

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon