ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

26 Desa Masih Terisolasi, Aceh Tengah Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:24 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Warga membersihkan rumah dari lumpur dan puing kayu yang terbawa banjir bandang dan tanah longsor di Desa Toweren Uken, Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (2//1/2026).
Warga membersihkan rumah dari lumpur dan puing kayu yang terbawa banjir bandang dan tanah longsor di Desa Toweren Uken, Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (2//1/2026). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperpanjang status masa tanggap darurat bencana untuk kelima kalinya hingga 22 Januari 2026, karena masih ada 26 desa yang terisolasi pascabanjir bandang dan tanah longsor akhir November 2026.

"Keputusan tersebut diambil karena kondisi di lapangan yang masih memerlukan penanganan intensif. Di mana terdapat 26 kampung yang masih terisolasi," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Aceh Tengah Mustafa Kamal dikutip dari Antara, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan dalam Surat Keputusan Nomor 360/1/BPBD/2026 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat, yang berlaku hingga 14 hari ke depan menjelaskan akses jalan darat masih terputus dan terdapat jembatan yang belum tertangani secara permanen, sehingga masih harus menggunakan kawat sling.

ADVERTISEMENT

Kemudian logistik bantuan di beberapa lokasi masih harus dikirimkan melalui jalur udara (dropping) dan risiko bencana masih tinggi akibat curah hujan yang terus meningkat, yang memicu terjadinya banjir serta longsor susulan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus berupaya maksimal dalam melakukan berbagai upaya dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Data yang dihimpun BPBD Aceh Tengah hingga Jumat (9/8/2026), menyebutkan seluruh warga di kabupaten itu sebanyak 234.710 jiwa terdampak bencana. Mereka tersebar dalam 295 kampung di 14 kecamatan. Sebanyak 6.752 warga di antaranya terpaksa mengungsi ke 54 titik lokasi penampungan karena rumahnya rusak bahkan hilang.

Bencana alam melanda daerah itu mengakibatkan 24 orang meninggal dunia 4 orang hilang dan sebanyak 4.221 unit rumah rusak.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berkomitmen untuk terus mempercepat penanganan darurat, pemulihan akses, serta memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
10 Desa Terisolasi Akibat Banjir di Aceh Tengah Kembali Bisa Diakses

10 Desa Terisolasi Akibat Banjir di Aceh Tengah Kembali Bisa Diakses

NUSANTARA
24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi, 10.914 Warga Terdampak

24 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi, 10.914 Warga Terdampak

NUSANTARA
6 Ton Bantuan Dikirim via Udara ke Wilayah Terisolasi di Aceh Tengah

6 Ton Bantuan Dikirim via Udara ke Wilayah Terisolasi di Aceh Tengah

NUSANTARA
2 Jembatan Rampung, Bener Meriah-Aceh Tengah dan Nagan Raya Terhubung

2 Jembatan Rampung, Bener Meriah-Aceh Tengah dan Nagan Raya Terhubung

NUSANTARA
12.638 Hektare Kebun Kopi Gayo di Aceh Tengah Rusak Akibat Bencana

12.638 Hektare Kebun Kopi Gayo di Aceh Tengah Rusak Akibat Bencana

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon