ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Seberapa Hemat Biaya Energi Mobil Listrik Dibanding Konvensional?

Jumat, 10 April 2026 | 16:59 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi mobil listrik.
Ilustrasi mobil listrik. (Freepik/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (Koleksi) Arwani Hidayat mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara biaya penggunaan mobil listrik dan kendaraan berbahan bakar konvensional.

"Untuk konsumsi dalam kota, rata-rata pengguna EV menghabiskan sekitar Rp 250 per km dan luar kota sekitar Rp 350 per km untuk EV yang memiliki power lumayan besar," kata Arwani dikutip dari Antara, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan bahwa biaya operasional mobil konvensional jauh lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

"Jika pakai mobil konvensional, di dalam kota itu bisa mencapai Rp 1.000 per km dan luar kota Rp 1.200 per km kurang lebih," ujarnya.

Berdasarkan data tersebut, penghematan biaya penggunaan mobil listrik dibandingkan kendaraan konvensional mencapai sekitar 75% untuk pemakaian dalam kota dan sekitar 71% untuk luar kota.

Selain lebih hemat, ekosistem kendaraan listrik di Indonesia juga terus berkembang. PT PLN (Persero) bersama mitra telah menghadirkan 4.655 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai wilayah. Infrastruktur ini telah tersedia di 3.007 lokasi hingga 2025.

Tak hanya itu, PLN juga menyediakan layanan pengisian daya di rumah atau home charging services. Hingga akhir 2025, layanan ini tercatat telah dimanfaatkan oleh 70.250 pelanggan.

Arwani mengungkapkan bahwa pada awal 2026, pertumbuhan pengguna kendaraan listrik sempat melambat. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan pencabutan insentif kendaraan listrik oleh pemerintah.

"Awal tahun ini agak melambatkan karena adanya isu pencabutan insentif dan pada kuartal II April ini kemungkinan besar akan naik, sejalan dengan isu kenaikan BBM pada mobil konvensional akibat perang di Timur Tengah," jelasnya.

Ia menilai, kenaikan harga bahan bakar minyak yang dipicu konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi menjadi katalis bagi peralihan masyarakat ke kendaraan listrik.

"Dengan biaya operasional yang lebih rendah serta dukungan infrastruktur yang semakin luas, kendaraan listrik dinilai semakin kompetitif sebagai alternatif transportasi masa depan di Indonesia," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Laba CATL Lampaui Gabungan BYD, Geely, dan Chery

Laba CATL Lampaui Gabungan BYD, Geely, dan Chery

OTOTEKNO
Saat Secangkir Kopi Lebih Mahal dari Biaya Jalan Sepekan iCAR V23

Saat Secangkir Kopi Lebih Mahal dari Biaya Jalan Sepekan iCAR V23

OTOTEKNO
Update Terbaru! Ini Daftar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan pada Juni 2026

Update Terbaru! Ini Daftar Mobil Listrik Rp 200 Jutaan pada Juni 2026

OTOTEKNO
Harga BBM Naik, Permintaan Mobil Listrik di Eropa Melonjak

Harga BBM Naik, Permintaan Mobil Listrik di Eropa Melonjak

OTOTEKNO
BYD Seriusi Masuk ke Balapan F1

BYD Seriusi Masuk ke Balapan F1

OTOTEKNO
Bocoran Geely EX5 Facelift: Tenaga Loncat Jadi 245 kW!

Bocoran Geely EX5 Facelift: Tenaga Loncat Jadi 245 kW!

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon