Penjahat Siber Alihkan Serangan dari Keuangan ke Teknologi
Rabu, 6 Juni 2018 | 20:20 WIB
Jakarta - Berdasarkan laporan terbaru Dimension Data bertajuk "Executive Guide to the NTT Security 2018 Global Threat Intelligence Report", sektor keuangan masih menjadi sektor yang paling banyak mendapat serangan siber secara global di tahun 2017. Total serangan di sektor ini mencapai 26% dari seluruh serangan yang ada pada berbagai sektor industri.
Meskipun paling besar, jumlah serangan kepada sektor keuangan sebenarnya telah menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 46%. Masih dalam laporan yang sama, serangan terhadap sektor teknologi justru yang paling meningkat. Persentasenya tahun lalu sudah mencapai 19%.
"Para penjahat siber mulai banyak yang menjadikan sektor teknologi sebagai target. Serangan yang masuk kebanyakan untuk mencuri Intellectual Property (IP). Misalnya ada perusahaan e-Commerce yang lebih unggul dari yang lain karena search-nya lebih gampang dan akurat. Berarti kan mereka punya IP tertentu yang bisa membuat seperti itu. Itulah yang kemudian dijadikan komoditas untuk dicuri," kata Country General Manager Dimension Data, Hendra Lesmana, di Jakarta, Rabu (6/6).
Selain dua sektor tersebut, sektor lainnya yang juga menjadi target penjahat siber adalah sektor bisnis dan layanan profesional, pendidikan, kesehatan, dan juga pemerintahan.
Dari berbagai jenis serangan siber, laporan Dimension Data ini menyebutkan terjadi serangan Ransomware dengan kenaikan yang tinggi sekitar 350%, mewakili 7% dari total serangan malware di seluruh dunia yang mencapai 150 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




