Menpora Erick: Keputusan IOC Tidak Mematikan Dunia Olahraga Indonesia
Jumat, 24 Oktober 2025 | 16:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan keputusan Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) yang melarang Indonesia menjadi tuan rumah ajang internasional seperti Olimpiade dan turunannya, tidak mematikan olahraga Indonesia.
Pernyataan Erick mencuat sebagai respons keputusan IOC terkait pembatalan visa atlet senam Israel oleh Indonesia. Ia meminta publik Indonesia untuk tidak terlalu khawatir terkait keputusan tersebut.
"Saya menganggap olahraga dapat menjadi duta dan cerminan kedigdayaan bangsa di mata dunia. Indonesia akan terus berperan aktif dalam berbagai ajang olahraga di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun dunia. Sehingga olahraga Indonesia dapat menjadi duta dan cerminan kedigdayaan bangsa di mata dunia," ujar Erick saat konferensi pers yang digelar di kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Erick menambahkan, dalam situasi seperti ini ia sangat meminta dukungan media agar tak menggambarkan Indonesia seolah-olah dibekukan oleh IOC dan tidak bisa mengirimkan atlet-atletnya ke berbagai kejuaraan internasional.
"Nah ini yang ingin saya sampaikan ke media. Jangan sampai seakan-akan dunia olahraga kita berhenti total, tidak ya. Tetap kita mendorong sesuai dengan blueprint, ke ajang-ajang internasional yang harus kami ikuti seperti SEA Games, Asian Games, Olimpiade,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam pernyataan resminya pada Rabu (22/10/2025), IOC menyatakan empat poin penting untuk Indonesia dengan dua poin utama yakni IOC menghentikan komunikasi bidding dengan Indonesia terkait menjadi tuan rumah ajang Olimpiade, Youth Olympic, dan turunannya.
Poin penting lainnya, IOC juga meminta seluruh federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar pertandingan atau pertemuan di Indonesia. IOC mendukung Israel yang meluncurkn protes setelah visa enam atlet senam mereka dibatalkan pemerintah Indonesia.
Erick memastikan semua poin keputusan IOC masih bisa berubah. Untuk itu pihak Kemenpora mendukung Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari untuk melakukan lobi langsung ke markas IOC di Swiss.
"Pada beberapa kasus di dunia, tetap kesempatan berdiskusi dengan IOC tentu terbuka. Maka dari itu Kemenpora mendukung KOI untuk terus berbicara, membuka komunikasi, dan juga mencari jalan keluar. Jadi ini sesuatu yang masih dalam pembicaraan," tutup Erick.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




