ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terluka Parah, Korban Ledakan SMAN 72 Masih Tunggu Operasi Ketiga

Senin, 10 November 2025 | 12:31 WIB
Z
RA
Penulis: Zhulfakar | Editor: RP
Ugi, ayah salah satu siswa yang turut menjadi korban ledakan SMAN 72 Jakarta Kelapa Gading, Jakarta Utara saat ditemui di SMAN 72 Jakarta, Senin 10 November 2025.
Ugi, ayah salah satu siswa yang turut menjadi korban ledakan SMAN 72 Jakarta Kelapa Gading, Jakarta Utara saat ditemui di SMAN 72 Jakarta, Senin 10 November 2025. (Beritasatu.com/Indra Bramantyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Orang tua dari salah satu korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Ugi Abdurrahman mengungkapkan kondisi sang anak yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif setelah menderita luka serius akibat ledakan di area masjid sekolah, dan masih menunggu operasi yang ketiga. Ditemui awak media di SMAN 72 Jakarta, Ugi menjelaskan putranya, Aufa yang duduk di kelas X-10C mengalami luka berat dan telah menjalani dua kali operasi di RS Islam Cempaka Putih. Cedera yang dialami mencakup bagian kepala, gendang telinga, serta lengan.

“Sudah dua kali operasi, operasi bagian kepala, gendang telinga, sama tangan,” kata Ugi, Senin (10/11/2025).

Setelah menjalani operasi dan perawatan intensif,  Ugi mengonfirmasi kondisi anak berangsur-angsur membaik dan saat ini sudah sadarkan diri. Meski demikian, Ugi masih menunggu terkaait tindakan operasi lanjutan putra tercintanya tersebut setelah pemeriksaan menunjukkan adanya kelainan di bagian saraf dekat batang otak Aufa.

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan, saat kejadian sang anak berada sangat dekat dengan lokasi ledakan pertama dan langsung tidak sadarkan diri. Ugi menyebut putranya tidak sempat menyadari adanya ledakan susulan, karena kondisi luka parah yang dialaminya.

“Dia dekat sekali sama peledakan pertama. Makanya dia enggak tahu ada peledakan kedua dan ketiga. Begitu peledakan pertama, dia enggak sadar dan langsung digotong, darahnya banyak, sampai viral,” tuturnya.

Sementara itu, terkait pendampingan psikologis bagi korban serta orang tua korban, Ugi menyebut sampai saat ini trauma healing untuk anaknya belum diberikan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelumnya, pihak Kementerian Sosial telah menjanjikan pendampingan langsung ke rumah setelah kondisi anaknya stabil.

“Katanya jaminan dari Menteri Sosial Saifullah nanti akan datang ke rumah. Diawali dari rumah sakit dahulu, lalu sampai ke rumah ada tindakan dari menteri sosial,” pungkas Ugi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Proses Belajar Mengajar Luring di SMAN 72 Sudah 94 Persen Pascaledakan

Proses Belajar Mengajar Luring di SMAN 72 Sudah 94 Persen Pascaledakan

JAKARTA
Pelaku Ledakan SMAN 72 Diperiksa, Polisi Dalami Motif dan Psikologis

Pelaku Ledakan SMAN 72 Diperiksa, Polisi Dalami Motif dan Psikologis

JAKARTA
Polisi Beberkan Kondisi Kesehatan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Polisi Beberkan Kondisi Kesehatan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

JAKARTA
Kemensos Siapkan Rehabilitasi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

Kemensos Siapkan Rehabilitasi Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta

NASIONAL
Keluarga Kira Pelaku Ledakan SMAN 72 Beli Peledak untuk Ekstrakurikuler

Keluarga Kira Pelaku Ledakan SMAN 72 Beli Peledak untuk Ekstrakurikuler

JAKARTA
Bukti Lengkap, Kasus Ledakan SMAN 72 Masuk Tahap Penyidikan

Bukti Lengkap, Kasus Ledakan SMAN 72 Masuk Tahap Penyidikan

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon