Libur Imlek 2026, Terminal Kampung Rambutan Dipadati Penumpang
Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung. Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, dipadati calon penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sejak siang hari, Sabtu (14/2/2026).
Area keberangkatan terlihat ramai oleh penumpang yang membawa koper, tas besar, hingga kardus barang bawaan. Lonjakan penumpang ini menjadi bagian dari arus mudik long weekend Imlek.
Dayat, warga Depok, mengaku memanfaatkan libur panjang untuk mudik bersama keluarga ke Riau, tepatnya Indragiri Hulu.
"Saya bersama keluarga mau mudik ke Riau, Indragiri Hulu, mumpung liburnya panjang sekalian ketemu keluarga, sekalian munggahan," ujar Dayat.
Menurut Dayat, harga tiket bus ke Riau saat ini masih dalam kondisi normal dan belum mengalami kenaikan signifikan.
"Harga tiket normal, Rp 700.000 biasanya dua hari dua malam perjalanan. Kebetulan istri saya asli Riau dan rencananya seminggu di sana," tambahnya.
Perjalanan darat menuju Sumatera memang membutuhkan waktu cukup panjang, tetapi tetap menjadi pilihan masyarakat karena ketersediaan rute langsung dari Jakarta.
Berdasarkan pantauan di Terminal Kampung Rambutan, penumpang didominasi tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur, serta sejumlah daerah di Sumatera. Ketiga wilayah tersebut menjadi rute paling diminati selama libur panjang Imlek 2026.
Lonjakan penumpang diperkirakan masih akan terjadi hingga mendekati akhir masa libur pada Selasa (17/2/2026) mendatang. Pengelola terminal mengimbau calon penumpang datang lebih awal untuk menghindari antrean dan memastikan kelancaran keberangkatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




