3 Penyebab Harga Emas Melonjak di Tengah Penurunan Suku Bunga
Kamis, 18 September 2025 | 11:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan, sejalan dengan meningkatnya spekulasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
Kondisi ini menandakan pasar sedang bersiap menghadapi era suku bunga yang lebih rendah. Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) bahkan sudah lebih dahulu menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Agustus lalu sebagai langkah mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kombinasi kebijakan ini membuat investor global maupun domestik semakin tertarik pada emas sebagai aset lindung nilai. Pertanyaannya, mengapa harga emas justru naik setiap kali suku bunga turun?
Hubungan Suku Bunga dan Harga Emas
Suku bunga bank sentral memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga emas. Saat suku bunga naik, harga emas biasanya melemah, dan sebaliknya, ketika suku bunga turun, harga emas justru menguat.
Fenomena ini bisa dijelaskan melalui beberapa faktor utama, dilansir dari laman Galeri24, berikut alasannya:
1. Biaya besempatan dalam investasi
Pertama, emas adalah aset investasi yang tidak memberikan imbal hasil bunga seperti deposito. Keuntungan dari investasi emas datang murni dari kenaikan harga logam mulia tersebut.
Ketika suku bunga naik, bunga deposito dan instrumen berbunga lainnya ikut naik sehingga menawarkan return yang lebih menarik.
Akibatnya, investor cenderung mengalihkan dana mereka dari emas ke aset berbunga, membuat permintaan emas turun dan harganya melemah.
Sebaliknya, saat suku bunga turun, return deposito menjadi lebih kecil dan kurang menarik.
Investor pun kembali melihat emas sebagai alternatif penyimpan nilai. Peningkatan permintaan ini mendorong harga emas untuk naik.
2. Kekuatan nilai dolar AS
Harga emas di pasar global menggunakan denominasi dolar AS. Ketika The Fed menaikkan suku bunga, nilai dolar menguat karena investor global menempatkan dananya pada aset berbasis dolar yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Akibatnya, harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan turun dan harga emas ikut tertekan.
Namun ketika suku bunga diturunkan, dolar melemah dan harga emas menjadi lebih murah bagi investor luar negeri. Permintaan pun meningkat, yang pada akhirnya mengerek harga emas.
3. Inflasi dan ketidakpastian ekonomi
Kebijakan penurunan suku bunga biasanya bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakstabilan. Biaya pinjaman yang lebih murah dapat memicu konsumsi dan investasi sehingga berpotensi meningkatkan inflasi.
Dalam kondisi seperti ini, emas kembali menjadi pilihan utama investor sebagai lindung nilai terhadap penurunan daya beli mata uang. Lonjakan permintaan inilah yang membuat harga emas semakin naik.
Pergerakan harga emas sangat erat kaitannya dengan kebijakan suku bunga bank sentral. Penurunan suku bunga membuat aset berbunga seperti deposito kehilangan daya tariknya sehingga investor beralih ke emas. Selain itu, pelemahan dolar dan kekhawatiran inflasi turut memperkuat minat terhadap emas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




