Penumpang di Bandara Padang Diproyeksi Turun setelah Banjir Sumbar
Senin, 15 Desember 2025 | 14:34 WIB
Padang Pariaman, Beritasatu.com - Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman, Sumatera Barat, memproyeksikan penurunan jumlah penumpang penerbangan dari dan menuju bandara tersebut setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Sumbar.
General Manager Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM Dony Subardono mengatakan, tren penurunan jumlah penumpang telah terlihat bahkan sebelum pembukaan Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Sebelum Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dibuka, jumlah penumpang tiga minggu terakhir sudah mengalami penurunan,” kata Dony di Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Senin (15/12/2025).
Berdasarkan kondisi tersebut, Angkasa Pura memproyeksikan arus penumpang selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 juga akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Dony menegaskan hal itu tidak mengurangi komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025, jumlah penumpang pesawat udara di Bandara Minangkabau tercatat mencapai sekitar 45.000 orang, dengan tingkat kepadatan tertinggi mencapai 8.700 penumpang per hari.
“Namun, tahun ini saya memperkirakan jumlah penumpang itu hanya sampai 7.000 saja per hari,” ujarnya.
Dony menekankan bahwa proyeksi tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan situasi. Terlebih, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 22 Desember 2025.
Ia menambahkan, saat bencana hidrometeorologi melanda Pulau Sumatera, khususnya Sumatera Barat, jumlah penumpang di Bandara Minangkabau sempat turun hingga sekitar 20%.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Hari menyampaikan, wilayah Sumatera Barat masih berada pada puncak musim hujan hingga Desember 2025.
“Perkiraan BMKG puncak musim hujan itu terjadi pada November dan Desember 2025,” kata Hari.
Ia menjelaskan, intensitas curah hujan hingga akhir tahun diperkirakan berada pada kategori sedang hingga lebat. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah rawan seperti perbukitan dan daerah aliran sungai, untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




