ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Stok Menumpuk, Bapanas Jamin Ketersedian Pangan 2026 Aman

Kamis, 1 Januari 2026 | 21:06 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Stok Beras Bulog.
Stok Beras Bulog. (Beritasatu.com/Prengki Silitonga)

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai kondisi persediaan pangan nasional memasuki 2026 berada dalam posisi aman. Sisa stok pangan dari 2025 (carry over) dinilai cukup kuat sehingga kebutuhan pangan dalam negeri tahun ini dapat dipenuhi tanpa mengandalkan impor.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai persiapan sejak dini untuk menjamin ketersediaan pangan pokok strategis pada 2026.

“Dari sisi kebutuhan konsumsi masyarakat di seluruh Indonesia telah dipastikan sebagian besar pangan pokok strategis memiliki carry over stock yang kuat dan tidak memerlukan importasi,” kata Ketut seperti dilansir dari Antara, Kamis (1/1/2025).

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang disusun Bapanas bersama kementerian dan lembaga terkait, sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, dan gula konsumsi masih memiliki sisa stok dari 2025 dalam kondisi sangat memadai.

ADVERTISEMENT

Dengan kondisi tersebut, lanjut Ketut, produksi dalam negeri dinilai mampu mencukupi kebutuhan sehingga tidak diperlukan tambahan pasokan dari luar negeri.

“Secara mufakat, pemerintah memutuskan tidak perlu melakukan impor beras, gula konsumsi, serta jagung pakan pada 2026. Ketersediaan stok dan produksi nasional dipastikan cukup kuat untuk memenuhi konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Adapun carry over stock beras dari 2025 ke 2026 tercatat sebesar 12,529 juta ton. Jumlah tersebut sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton per 31 Desember 2025.

Dengan stok tersebut, ketersediaan beras nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan hampir lima bulan pada 2026, dengan asumsi kebutuhan konsumsi bulanan sekitar 2,591 juta ton.

Selain itu, dengan proyeksi produksi beras sepanjang 2026 mencapai 34,7 juta ton, stok akhir tahun diperkirakan meningkat menjadi 16,194 juta ton. Pada tahun yang sama, ekspor beras diproyeksikan sekitar 71 ton, sementara impor dipastikan nihil.

Untuk komoditas jagung, carry over stock ke 2026 tercatat sebesar 4,521 juta ton. Stok tersebut diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan hampir tiga bulan dengan asumsi konsumsi bulanan 1,421 juta ton.

Produksi jagung nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sehingga stok akhir tahun diperkirakan berada di level 4,581 juta ton. Selain itu, ekspor jagung pada 2026 ditargetkan sekitar 52,9 ribu ton, sementara impor jagung pakan, benih, maupun rumah tangga dipastikan tidak dilakukan.

Sementara itu, untuk gula konsumsi, carry over stock menuju 2026 diperkirakan mencapai 1,437 juta ton. Jumlah tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan hingga enam bulan dengan asumsi konsumsi bulanan sebesar 236,4 ribu ton.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tak Impor Ugal-ugalan, Wamentan: Stok Daging Sapi Aman Jelang Iduladha

Tak Impor Ugal-ugalan, Wamentan: Stok Daging Sapi Aman Jelang Iduladha

EKONOMI
Mentan Ungkap Kebijakan Subsidi Pupuk Selamatkan Pangan RI

Mentan Ungkap Kebijakan Subsidi Pupuk Selamatkan Pangan RI

EKONOMI
Amran Yakin Impor Pangan Bisa Ditekan meski Ada El Nino Godzilla

Amran Yakin Impor Pangan Bisa Ditekan meski Ada El Nino Godzilla

EKONOMI
Antisipasi Kemarau, Amran Fokus pada Penguatan Irigasi

Antisipasi Kemarau, Amran Fokus pada Penguatan Irigasi

EKONOMI
Bulog Klaim Stok Pangan Aman Hadapi Perang Iran dan El Nio Godzilla

Bulog Klaim Stok Pangan Aman Hadapi Perang Iran dan El Nio Godzilla

EKONOMI
Jaga Stok Jadi Kunci Cegah Harga Pangan Naik Pascalebaran

Jaga Stok Jadi Kunci Cegah Harga Pangan Naik Pascalebaran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon