9 Komoditas Pangan Indonesia Sudah Swasembada
Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah dinamika krisis pangan global, Indonesia mencatat pencapaian penting sebagai negara yang berhasil melakukan swasembada pada sembilan komoditas pangan. Sementara itu, masih ada tiga komoditas yang sedang dikejar agar tercapai swasembada.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan, pencapaian ini menjadi momentum strategis yang patut disyukuri.
Ia menekankan, pentingnya pengelolaan distribusi dan harga agar ketahanan pangan tetap terjaga.
“Kita sekarang sudah swasembada sembilan komoditas. Yang belum ada tiga. Namun stok untuk tiga yang belum swasembada ini cukup banyak,” ujar Menteri Amran Sulaiman di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Kesembilan komoditas yang sudah swasembada meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga akhir April 2026, total ketersediaan beras mencapai 27,55 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri sebesar 10,30 juta ton.
Artinya, terdapat surplus sebesar 17,24 juta ton. Surplus gula konsumsi juga diperkirakan mencapai 595 ribu ton hingga April mendatang.
Komoditas lainnya yang mencatat surplus antara lain cabai besar 74.000 ton, cabai rawit 105.000 ton, jagung 4,85 juta ton, dan minyak goreng 3,5 juta ton.
Untuk protein hewani, daging ayam diproyeksikan surplus 728.000 ton, telur ayam 349.000 ton, serta bawang merah 57.000 ton.
Kondisi surplus ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor. Sepanjang 2025, ekspor bawang merah tercatat 1.560 ton, sementara jagung diekspor sebanyak 7.490 ton.
Pemerintah masih fokus meningkatkan produksi untuk tiga komoditas yang belum swasembada, yaitu kedelai, bawang putih, dan sapi.
“Yang kita kejar berikutnya adalah kedelai, bawang putih, termasuk peternakan sapi,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




