2 Prajurit TNI Terluka Akibat Serangan Israel ke Markas UNIFIL, Pakar: Amerika Serikat Harus Tanggung Jawab
Sabtu, 12 Oktober 2024 | 12:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pakar hukum internasional dari Universitas Jenderal Achmad Yani, Hikmahanto Juwana, menegaskan Israel telah melakukan pelanggaran berat atas serangan ke markas UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) yang melukai dua prajurit TNI.
Hikmahanto menegaskan tindakan Israel merupakan pelanggaran berat terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang menjadi dasar keberadaan UNIFIL. Ia menekankan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
"Kita harus menegaskan bahwa semua ini terjadi karena tanggung jawab Amerika Serikat. Sebagai penjaga moral internasional, Amerika Serikat seharusnya tidak membenarkan tindakan yang dilakukan oleh Israel," kata Hikmahanto dalam diskusi yang disiarkan BTV, dikutip Sabtu (12/10/2024).
"Mereka sudah melakukan dugaan genosida terhadap anak-anak dan perempuan dalam konflik ini, dan sekarang mereka juga melanggar hukum dengan menyerang markas UNIFIL, yang merupakan bagian dari PBB," tambahnya.
Hikmahanto menekankan tindakan Israel merupakan kejahatan internasional, meskipun Israel kemungkinan mengeklaim serangan tersebut merupakan serangan terhadap wilayah Hizbullah bermukim.
"Dalam konteks ini, serangan Israel terhadap markas UNIFIL tidak dapat dibenarkan menurut hukum perang internasional, karena peran UNIFIL di sana adalah untuk menjaga perdamaian dan tidak terlibat dalam konflik yang melibatkan Hizbullah atau pemerintah Lebanon yang saat ini sedang diserang oleh Israel," ungkap Hikmahanto.
Ia menegaskan apa pun alasan yang diajukan Israel atas serangan tersebut, jika Amerika Serikat menyatakan bahwa Israel memiliki hak untuk melakukan serangan, maka hal itu merupakan pelanggaran berat di mata komunitas internasional.
"Sebagai penjaga moral dunia, mereka telah kehilangan legitimasi untuk mendukung tindakan tersebut. Jika Amerika Serikat terus membiarkan hal ini terjadi, dunia pasti akan marah kepada mereka," kata Hikmahanto.
"Jika Amerika Serikat hanya diam, persepsi ini membuat Israel seolah-olah tidak bisa dipersalahkan atas tindakan mereka," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




