ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ICC Desak Hungaria Klarifikasi Penolakan Tangkap Benjamin Netanyahu

Jumat, 18 April 2025 | 13:15 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban (kiri) bersalaman dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kamis (3/4/2025).
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban (kiri) bersalaman dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kamis (3/4/2025). (AP/Denes Erdos)

Den Haag, Beritasatu.com – Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) resmi meminta klarifikasi dari Hungaria atas kegagalannya menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat berkunjung ke negara tersebut awal April 2025. Diketahui, ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terkait dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan pada Kamis (17/4/2025) WIB, ICC yang berbasis di Den Haag, Belanda, memulai proses untuk menyelidiki potensi pelanggaran komitmen Hungaria sebagai negara anggota Statuta Roma. Hungaria diberi batas waktu hingga 23 April 2025 untuk menyerahkan penjelasan tertulis.

Sebagai negara anggota ICC, Hungaria secara hukum internasional berkewajiban menangkap dan menyerahkan Benjamin Netanyahu kepada pengadilan tersebut. Namun, selama kunjungan tersebut, Netanyahu disambut hangat oleh Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, tanpa ada upaya penahanan.

ADVERTISEMENT

Dalam konferensi pers, Orban menyatakan bahwa pemerintahnya tengah memulai proses penarikan diri dari ICC, sambil mengecam lembaga tersebut sebagai institusi yang sudah tidak netral dan politis, dengan merujuk pada keputusan ICC terhadap Israel.

Orban juga menegaskan bahwa meskipun Hungaria telah meratifikasi Statuta Roma, perjanjian dasar pembentukan ICC, ratifikasi itu tidak pernah diintegrasikan ke dalam hukum nasional.

Hungaria secara resmi mengumumkan proses penarikan diri dari ICC pada 3 April 2025. Menurut ketentuan yang berlaku, proses ini akan memakan waktu paling tidak satu tahun. Jika terlaksana, Hungaria akan menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang bukan lagi anggota ICC.

Hingga saat ini, pemerintah Hungaria belum memberikan pernyataan resmi menanggapi permintaan penjelasan dari ICC. Pengadilan juga belum memerinci langkah selanjutnya dalam menanggapi potensi pelanggaran kewajiban tersebut.

Sebagai informasi, ICC saat ini memiliki 125 negara anggota. Hanya dua negara yang sebelumnya resmi menarik diri dari ICC, yaitu Filipina dan Burundi.

Sebelum masalah Benjamin Netanyahu ini, pada Februari 2025, ICC juga meminta penjelasan dari Italia atas tindakannya menerbangkan seorang komandan militer Libya yang diduga terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan kembali ke negaranya, alih-alih menyerahkannya kepada pengadilan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

INTERNASIONAL
Israel-Hizbullah Dikabarkan Sepakat Hentikan Pertempuran di Lebanon

Israel-Hizbullah Dikabarkan Sepakat Hentikan Pertempuran di Lebanon

INTERNASIONAL
Netanyahu: Israel Pantang Mundur dari Wilayah Lebanon Selatan

Netanyahu: Israel Pantang Mundur dari Wilayah Lebanon Selatan

INTERNASIONAL
Wapres AS: Israel Kini Semakin Terpinggirkan dari Dunia Internasional

Wapres AS: Israel Kini Semakin Terpinggirkan dari Dunia Internasional

INTERNASIONAL
Trump Sebut Netanyahu Hampir Gagalkan Kesepakatan Damai AS-Iran

Trump Sebut Netanyahu Hampir Gagalkan Kesepakatan Damai AS-Iran

INTERNASIONAL
Trump Blak-blakan Akui Sebut Netanyahu Gila

Trump Blak-blakan Akui Sebut Netanyahu Gila

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon