Netanyahu Pastikan ke New York, Mamdani Berani Tangkap?
Kamis, 4 Desember 2025 | 10:33 WIB
New York, Beritasatu.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan dirinya tidak gentar dan tetap berencana mengunjungi New York, Amerika Serikat. Pernyataan ini dilontarkan di tengah ancaman penangkapan yang disuarakan oleh Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, berdasarkan perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
"Ya, saya akan pergi ke New York," ujar Netanyahu dengan tegas dalam sebuah wawancara daring, Rabu (3/12/2025).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan berdialog dengan Zohran Mamdani, Netanyahu memberikan jawaban bersyarat. Ia hanya bersedia berbicara jika politisi tersebut mengubah pandangannya terhadap eksistensi Israel.
"Itu dapat terjadi jika ia (Mamdani) berubah pikiran dan mengatakan kami memiliki hak untuk hidup," jawab Netanyahu.
Sebagai informasi, Zohran Mamdani yang dijadwalkan menjabat bulan depan, akan mencetak sejarah sebagai Muslim pertama sekaligus keturunan Asia Selatan pertama yang memimpin kota terpadat di Amerika tersebut. Mamdani dikenal vokal mendukung hak berdiri Israel, namun menolak mengakui Israel sebagai "negara Yahudi" secara spesifik.
Ancaman Penangkapan
Ketegangan bermula dari janji kampanye Mamdani. Ia menyatakan akan mengerahkan kepolisian New York (NYPD) untuk menangkap pemimpin dunia yang menjadi buronan ICC, termasuk Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin, jika mereka menginjakkan kaki di yurisdiksinya.
Tahun lalu, ICC menyatakan memiliki dasar kuat bahwa Netanyahu bertanggung jawab atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza—tuduhan yang dibantah keras oleh Israel.

Meskipun ancaman Mamdani terdengar serius, realisasi penangkapan tersebut dinilai hampir mustahil oleh para pengamat hukum.
Kekebalan Diplomatik: Kepala negara memiliki imunitas diplomatik yang kuat.
Dukungan Gedung Putih: Pemerintahan Donald Trump dikenal gigih membela Israel dan bahkan telah menjatuhkan sanksi kepada hakim serta jaksa ICC.
Markas PBB di New York adalah tuan rumah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Berdasarkan perjanjian internasional, AS wajib mengeluarkan visa dan menjamin keamanan bagi delegasi resmi PBB.
Netanyahu sendiri rutin menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di kota tersebut. Terlebih lagi, New York merupakan rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di luar Israel, menjadikan kunjungan ini memiliki nilai strategis tinggi bagi sang Perdana Menteri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




