Begini Ancaman Trump untuk Kolombia, Kuba, dan Meksiko
Selasa, 6 Januari 2026 | 20:59 WIB
Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Donald Trump menimbulkan ketegangan di Amerika Latin setelah operasi militer dramatis menangkap mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Trump juga telah memberikan peringatan kepada negara Amerika Latin lainnya.
Donald Trump mengecam Presiden sayap kiri Gustavo Petro dari Kolombia, yang sudah dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkoba global. Kolombia disebut sebagai pusat pasokan kokain dunia.
“Dia memiliki pabrik kokain dan tempat pengolahan kokain. Dia tidak akan melakukannya untuk waktu yang lama,” kata Donald Trump dilansir dari Sky News, Selasa (6/1/2026).
“Kedengarannya bagus bagi saya,” ucapnya saat ditanya soal kemungkinan operasi militer di Kolombia.
Namun, praktisi menilai operasi di Kolombia akan berbeda dengan Venezuela karena militer Amerika memiliki hubungan kerja yang mapan dengan militer Kolombia.
Selain Kolombia, Trump menyoroti Kuba, sekutu Venezuela dan Rusia yang telah berada di bawah sanksi Amerika sejak revolusi 1959.
“Kuba akan jatuh. Kuba akan kalah telak,” tegasnya.
Ekonomi Kuba diprediksi semakin memburuk setelah penggulingan Maduro, yang sebelumnya menyediakan minyak bersubsidi bagi negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio menegaskan, Kuba “dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten dan pikun” serta memiliki peran penting dalam melindungi Maduro selama operasi militer Amerika.
Tidak hanya Kolombia dan Kuba, Trump juga menyasar Meksiko, menyoroti perdagangan narkoba di perbatasan selatan Amerika.
“Anda harus melakukan sesuatu dengan Meksiko. Meksiko harus memperbaiki diri,” kata Trump.
Ia mengeklaim telah menawarkan pasukan Amerika, tetapi Presiden Claudia Sheinbaum disebut “sedikit takut” menerima bantuan. Ancaman Trump terhadap Kolombia, Kuba, dan Meksiko menambah ketegangan di kawasan Amerika Latin.
Kolombia menghadapi tekanan politik menjelang pemilihan umum, dengan kandidat lebih berhaluan kanan diprediksi menang. Kuba harus menghadapi krisis ekonomi dan dampak Badai Melissa pada Oktober 2025. Meksiko diharapkan memperkuat pengawasan narkoba, tapi hubungan bilateral tetap sensitif.
Para analis menilai, langkah Trump menunjukkan strategi agresif Amerika untuk mempertahankan pengaruh di Amerika Latin, tetapi bisa memicu ketegangan diplomatik lebih luas di kawasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




