Wagub Jateng Beri Bantuan Rp 169 Juta untuk Korban Banjir Pekalongan
Senin, 19 Januari 2026 | 14:52 WIB
Pekalongan, Beritasatu.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meninjau langsung salah satu lokasi pengungsian banjir di Masjid Al Karomah, Kota Pekalongan. Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin didampingi sang istri menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 169 juta serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak pengungsi.
Taj Yasin mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penanganan banjir jangka pendek untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama anak-anak.
“Kita melakukan tugas-tugas ini untuk penanganan jangka pendek, yaitu bagaimana masyarakat kita pastikan aman, terutama anak-anak,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Selain menyalurkan bantuan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memastikan kebutuhan pokok para pengungsi telah terpenuhi, mulai dari makanan hingga dapur umum di sejumlah titik pengungsian.
“Kebutuhan pokok seperti makan dan dapur umum sudah kita siapkan semua,” kata Taj Yasin.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut tanggul yang belum permanen dinilai menjadi salah satu penyebab meluasnya banjir. Pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk segera menghitung kebutuhan penanganan tanggul agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
“Hari ini saya langsung suruh menghitung kebutuhannya, supaya penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya.
Untuk penanganan jangka menengah dan panjang, Taj Yasin menyampaikan Sungai Bremi telah masuk dalam rencana penanganan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dengan anggaran sebesar Rp 50 miliar.
“Di Sungai Bremi itu sudah dianggarkan Rp 50 miliar. Insyaallah pada 2026 akan kita kerjakan, harapannya banjir tidak terulang lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pekalongan untuk mencari langkah terbaik, termasuk pengaturan aliran air dan penguatan wilayah yang dinilai paling parah terdampak banjir.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan banjir kali ini merupakan yang terbesar sejak 2021. Meski jumlah kelurahan terdampak lebih sedikit dibandingkan banjir lima tahun lalu, dampak yang ditimbulkan justru lebih besar.
“Ini banjir paling besar sejak 2021. Pada 2021 ada 20 kelurahan terdampak, tahun 2026 ada 18 kelurahan, tetapi dampaknya lebih besar,” kata Afzan.
Ia berharap, jika tidak ada hujan susulan, 15 unit pompa yang berada di Sungai Bremi dan Sungai Meduri dapat bekerja maksimal sehingga banjir bisa segera surut.
“Mudah-mudahan kalau sudah tidak ada hujan, pompa bisa kerja maksimal dan cepat surut,” ujarnya.
Afzan menjelaskan, kondisi banjir di wilayah Pekalongan Utara dan Timur mulai berkurang secara signifikan. Namun, wilayah barat yang berada di aliran Sungai Meduri dan Sungai Bremi masih terdampak cukup parah karena belum mendapatkan penanganan khusus seperti di Sungai Loji dan Sungai Banger.
Wali Kota Pekalongan berharap anggaran penanganan Sungai Bremi dapat segera direalisasikan agar proses penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat dan kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




