13 SPPG di Malang Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene
Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:54 WIB
Malang, Beritasatu.com - Di Kota Malang, Jawa Timur, belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih menghadapi kendala perizinan. Hingga akhir September 2025, tercatat ada 13 SPPG yang belum mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), sebuah syarat penting untuk menjamin kelayakan sanitasi dan keamanan makanan bagi siswa.
Koordinator Satuan Pendidikan Pelaksana Intervensi (SPPI) Kota Malang, Muhammad Athoillah mengakui seluruh SPPG tersebut masih dalam proses pengajuan izin.
“Dari 13 SPPG, semuanya belum mengantongi SLHS. Saat ini masih dalam proses pengajuan,” jelas Athoillah, Kamis (2/10/2025).
SLHS merupakan sertifikat yang menjamin kebersihan dan standar higienis dalam pengelolaan makanan. Tanpa sertifikat ini, ada risiko terjadinya keracunan maupun gangguan kesehatan pada siswa yang menerima distribusi makanan.
Meski demikian, Athoillah menegaskan, semua proses tetap mengikuti standard operating procedure (SOP) yang berlaku.
Ia berkomitmen untuk mempercepat pengurusan SLHS, termasuk dengan berkoordinasi langsung bersama wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
“Kami akan mempercepat proses SLHS dan berkoordinasi dengan Pak Wali,” tambahnya.
Pemerintah menargetkan proses pengurusan SLHS dapat selesai dalam waktu 1 bulan. Selama menunggu izin terbit, distribusi makanan dari SPPG tetap mengacu pada standar operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah mitigasi risiko.
“Insyaallah aman. Kami selalu mengikuti SOP dari Badan Gizi Nasional,” terang Athoillah.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat juga memastikan proses pengajuan SLHS terus berjalan dan pengawasan tetap dilakukan secara ketat.
“Saya sudah cek langsung sampel salah satu SPPG, prosesnya sesuai SOP. Tidak perlu cemas. Pengawasan juga melibatkan Koordinator Wilayah SPPI,” ujar Wahyu.
Dengan adanya percepatan proses perizinan ini, diharapkan dalam waktu dekat seluruh SPPG di Malang dapat mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi, sehingga kualitas dan keamanan pangan bagi siswa tetap terjamin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




