ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siswa SD Bunuh Diri di NTT Ternyata Tinggal di Gubuk 2x3

Rabu, 4 Februari 2026 | 11:11 WIB
AK
S
Penulis: Albertus Pepi Kurniawan | Editor: JTO
Siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBR yang tewas tragis akibat tak bisa membeli buku dan alat tulis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menghabiskan hari-harinya bersama sang nenek di sebuah gubuk bambu berukuran tak lebih dari 2x3 meter
Siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBR yang tewas tragis akibat tak bisa membeli buku dan alat tulis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menghabiskan hari-harinya bersama sang nenek di sebuah gubuk bambu berukuran tak lebih dari 2x3 meter (Beritasatu.com/Pepy)

Bajawa, Beritasatu.com - Siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBR yang tewas tragis akibat tak bisa membeli buku dan alat tulis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menghabiskan hari-harinya bersama sang nenek di sebuah gubuk bambu berukuran tak lebih dari 2x3 meter. Di tengah kebun cengkeh yang sunyi, ruang sempit itulah yang menjadi saksi hidup sekaligus akhir perjalanan bocah tersebut.

Bangunan sederhana itu menjadi saksi perjalanan hidup YBS, siswa sekolah dasar yang mengakhiri hidupnya di usia belia.

Gubuk tersebut berada di Dusun Sawasina, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur tak jauh dari kebun cengkeh tempat peristiwa tragis itu terjadi. Di situlah YBS tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun. Dinding bambu, lantai tanah, dan atap seng menjadi batas ruang hidup sehari-hari mereka.

ADVERTISEMENT

YBR dikenal pendiam dan jarang berulah. Sehari-hari, ia membantu neneknya di kebun atau mengumpulkan hasil alam seadanya. Aktivitas sederhana itu menjadi rutinitas di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

“Kami selalu berusaha penuhi (kebutuhan) semampu kami,” tutur sang nenek lirih

Lingkungan tempat tinggal YBS terbilang terpencil. Untuk mencapai lokasi dibutuhkan waktu 4 jam dari pusat kecamatan, warga harus melewati jalan setapak yang membelah kebun dan pepohonan. Akses yang jauh dari pusat desa membuat kehidupan berjalan dalam senyap, nyaris tanpa sorotan.

Peristiwa yang menimpa YBS mengguncang warga Naruwolo. Aparat kepolisian telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan keterangan. Sejumlah pihak juga mulai memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

Kasus ini menambah daftar panjang persoalan anak di wilayah rentan, di mana kemiskinan, keterpisahan pengasuhan, dan minimnya akses perlindungan sosial masih menjadi tantangan. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan hadir untuk memastikan pendampingan psikologis bagi keluarga serta mencegah kejadian serupa terulang.

Catatan: Artikel ini memuat isu bunuh diri yang dapat memicu ketidaknyamanan bagi sebagian pembaca. Jika Anda merasa tertekan, memiliki pikiran menyakiti diri sendiri, atau membutuhkan bantuan, segera hubungi tenaga kesehatan, psikolog, atau layanan bantuan darurat di wilayah Anda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tragedi Siswa NTT dan MBG Disorot, Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK

Tragedi Siswa NTT dan MBG Disorot, Guru Honorer Gugat APBN 2026 ke MK

NASIONAL
Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

Ironi Anak Bunuh Diri di NTT

B-PLUS
Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

Bupati Ngada Ancam Sekolah yang Pungut Biaya dari Siswa

NUSANTARA
Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

Wisata Wae Pana Meze Ngada, Relaksasi Alami di Jantung Flores

NUSANTARA
Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

Tragedi YB Jadi Pengingat Kemanusiaan, Gubernur NTT: Terima Kasih Media

NASIONAL
Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

Menteri PPPA Jamin Kedua Kakak Korban Anak NTT Mendapat Hak Pendidikan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon