Lantik Kajati, Jaksa Agung Tekankan Integritas dan Disiplin
Rabu, 29 April 2026 | 18:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik sejumlah kepala kejaksaan tinggi (kajati) dan pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya integritas, kehormatan, dan disiplin sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas.
Jaksa agung meminta para pejabat yang dilantik memberikan kinerja terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada institusi, bangsa, dan negara. “Berikan yang terbaik, bukan karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai wujud integritas dan kehormatan diri. Tunjukkan kinerja yang tidak hanya memenuhi target, tetapi meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna,” ujarnya.
Burhanuddin mengajak seluruh pejabat untuk memaknai jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan secara maksimal, seolah menjadi penugasan terakhir. Ia menegaskan pentingnya kerja keras, kerja cerdas, dan kerja dengan hati dalam menjalankan tanggung jawab.
Menurutnya, rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan momentum strategis untuk mengoptimalkan kemampuan dalam menghadapi tantangan zaman. Jaksa agung juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Ia meminta jajarannya meninggalkan pola kerja lama serta berani melakukan terobosan, tetapi tetap berlandaskan hukum dan etika. “Penguasaan ruang digital menjadi keharusan agar institusi mampu mengendalikan narasi publik melalui fakta dan data, guna mencegah berkembangnya disinformasi di media sosial,” ujarnya.
Burhanuddin menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin di internal ejaksaan. Ia menyebut masih adanya pegawai yang dijatuhi sanksi menjadi perhatian serius. Pengawasan melekat, kata dia, harus diperkuat dengan tanggung jawab penuh berada di tangan pimpinan satuan kerja.
Kepada para kajati yang dilantik, jaksa agung berpesan agar memiliki kemampuan manajerial yang andal serta responsif terhadap dinamika di lapangan. Ia mengingatkan kesalahan dalam memahami tugas dan fungsi dapat berdampak langsung pada kualitas penegakan hukum.
“Masing-masing bidang memiliki karakteristik dan dinamikanya tersendiri. Kekeliruan dalam memahami tugas dan fungsi dapat berdampak langsung pada kualitas penegakan hukum di Indonesia,” pungkasnya.
Berikut pejabat yang dilantik:
1. Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol sebagai sekretaris jaksa agung muda tindak pidana umum.
2. Abd Qohar sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
3. Sugeng Riyanta sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.
4. Dwi Agus Arfianto sebagai direktur D pada jaksa agung muda bidang tindak pidana umum.
5. Didik Farkhan Alisyahdi, sebagai sekretaris jaksa agung muda tindak pidana khusus.
6. Sila Haholongan sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
7. Riono Budisantoso sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.
8. Ardito Muwardi sebagai direktur penuntutan pada jaksa agung muda bidang tindak pidana khusus.
9. Hermon Dekristo sebagai sekretaris jaksa agung muda pidana militer.
10. Sutikno sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
11. Harli Siregar sebagai inspektur III pada jaksa agung muda bidang pengawasan.
12. I Dewa Gede Wirajana sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Riau.
13. Muhibuddin sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
14. Dedie Tri Hariyadi sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.
15. N Rahmat R sebagai direktur pelanggaran hak asasi manusia berat pada jaksa agung muda bidang tindak pidana khusus.
16. Zullikar Tanjung sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah.
17. Siswanto sebagai direktur B pada jaksa agung muda bidang tindak pidana umum.
18. Teguh Subroto sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
19. Sukarman Sumarinton sebagai inspektur keuangan III pada jaksa agung muda bidang pengawasan.
20. Budi Hartawan Panjaitan sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.
21. Riyono sebagai inspektur keuangan I pada jaksa agung muda bidang engawasan.
22. Sumurung Pandapotan Simaremare sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo.
23. Edi Handojo sebagai direktur I pada jaksa agung muda bidang intelijen.
24. Lila Agustina sebagai kepala pusat kesehatan Yustisial.
25. Suwandi sebagai kepala pusat strategi kebijakan penegakan hukum.
26. Sunarwan sebagai kepala biro perlengkapan pada jaksa agung muda bidang pembinaan.
27. Chatarina Muliana sebagai kepala pusat manajemen penelusuran dan perampasan pada badan pemulihan aset.
28. Setiawan Budi Cahyono sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Bali.
29. Abdullah Noer Deny sebagai direktur IV pada jaksa agung muda bidang intelijen.
30. Saiful Bahri Siregar sebagai kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




