Jadi KLB, Siapa Saja yang Berisiko Terkena Penyakit Campak?
Minggu, 29 Januari 2023 | 16:55 WIB
Wabah campak bisa sangat mematikan di negara-negara yang mengalami atau pulih dari bencana alam atau konflik. Kerusakan infrastruktur kesehatan dan layanan kesehatan mengganggu imunisasi rutin, dan kepadatan penduduk di kamp pengungsian sangat meningkatkan risiko infeksi.
Diungkapkan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan penyebab terjadinya peningkatan kasus campak karena cakupan imunisasi rendah pada masa pandemi Covid-19.
"Cakupan imunisasi campak rendah pada tahun 2022 maupun program kejar imunisasi cakupan hanya 72% dari target 95% malah di luar Jawa dan Bali hanya satu provinsi yang mencapai 95%, yang lainnya hanya 50-60% cakupannya," kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Senin (23/1/2022).
Nadia menuturkan, rendahnya cakupan imunisasi campak ini karena masyarakat masih ragu-ragu dengan imunisasi, sehingga mereka takut membawa anaknya ke fasilitas kesehatan (faskes) atau posyandu karena takut terinfeksi Covid-19 dan termakan hoax.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




