ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemudik Protes Fasilitas Tak Layak dan Biaya Tambahan di Kapal

Selasa, 8 April 2025 | 07:05 WIB
IM
NF
Penulis: Ibnu Malikh | Editor: NF
Tiket tambahan di kapal yang membuat para penumpang merasa tidak nyaman.
Tiket tambahan di kapal yang membuat para penumpang merasa tidak nyaman. (Beritasatu.com/Ibnu Malikh)

Cilegon, Beritasatu.com - Sejumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak seusai merayakan Idulfitri 2025 di kampung halaman mengeluhkan kondisi fasilitas kapal yang dinilai tidak nyaman dan tidak sesuai harapan.

Salah satu pengguna jasa penyeberangan, Ely Susanti mengaku melakukan perjalanan pada 7 April 2025 dengan menggunakan KMP Virgo. Ia bersama tujuh anggota keluarganya harus membayar tambahan biaya untuk bisa masuk ke ruang ekonomi yang lebih layak.

“Kami diminta membayar Rp 15.000 per orang agar bisa masuk ke ruang ekonomi. Karena ruangan di luar penuh sesak, kami terpaksa bayar. Saya bawa tujuh orang saudara, tinggal dikalikan saja. Penumpang membeludak dan AC di dalam kapal juga tidak berfungsi dengan baik, jadi panas sekali,” ujar Ely kepada Beritasatu.com, Senin (7/4/2025).

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti harga makanan dan minuman yang dijual di atas kapal yang dianggap terlalu mahal. Misalnya, minuman kemasan yang biasanya dijual Rp 5.000, di dalam kapal bisa mencapai Rp 20.000.

“Tadi saya membeli teh kotak, harganya Rp 20.000. Kalau Rp 10.000 masih bisa dimaklumi karena ada biaya tambahan di kapal. Namun, ini jelas memanfaatkan momentum Lebaran. Harganya tidak wajar,” ungkapnya yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.

Ely dan para penumpang atau pemudik lainnya berharap pemerintah lebih tegas dalam menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) terhadap kapal-kapal swasta yang beroperasi. Mereka menilai kondisi di lapangan tidak sejalan dengan komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai BUMN penyedia layanan penyeberangan untuk memberikan kenyamanan selama arus mudik.

“Boleh saja kapal swasta cari untung, tetapi jangan sampai semena-mena mematok harga. Kami ini juga rakyat biasa, bukan orang berlebih. ASDP saja bisa kasih gratis beberapa fasilitas, ini kapal swasta seenaknya,” tambah Ely.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten selaku regulator di Pelabuhan Merak menyatakan tengah melakukan pendalaman terkait dugaan pungutan tambahan oleh pihak pengelola kapal. 

Sejumlah operator kapal juga telah dipanggil untuk memberikan klarifikasi, termasuk terkait tarif tambahan di dalam kapal untuk sewa bantal dan matras yang sebelumnya sempat dikeluhkan para penumpang atau pemudik yang merasa tidak nyaman dengan kondisi, serta fasilitas di dalam kapal dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

Naik 2,53 Persen dari 2025, Mudik Lebaran 2026 Tembus 147,5 Juta

NASIONAL
53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

JAKARTA
Arus Balik: 13.998 Penumpang Serbu Stasiun Gubeng Jumat 27 Maret 2026

Arus Balik: 13.998 Penumpang Serbu Stasiun Gubeng Jumat 27 Maret 2026

JAWA TIMUR
Kelelahan, Pemudik Jakarta yang Tiba di Sumedang Dilarikan ke RS

Kelelahan, Pemudik Jakarta yang Tiba di Sumedang Dilarikan ke RS

JAWA BARAT
Rabu Malam, Arus Balik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar

Rabu Malam, Arus Balik di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar

JAWA BARAT
Arus Balik Lebaran di Lebak Meningkat, Pemudik Pilih Berangkat Sore

Arus Balik Lebaran di Lebak Meningkat, Pemudik Pilih Berangkat Sore

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon