Banjir Bandang Padang, Kampung Terpencil Masih Belum Terima Bantuan
Minggu, 21 Desember 2025 | 00:00 WIB
Padang, Beritasatu.com - Sebuah kampung terpencil di Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, hingga kini diketahui belum tersentuh bantuan pascabanjir bandang dan longsor yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa menempuh perjalanan sejauh hampir 3 kilometer untuk mendapatkan bantuan logistik di wilayah lain.
Kondisi ini dikeluhkan warga korban banjir bandang di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambuang Bukik. Mereka menilai distribusi bantuan belum berjalan merata, terutama bagi warga yang tinggal di daerah pelosok perbukitan dengan akses jalan terbatas dan medan yang sulit.
Salah satu wilayah yang mengalami kondisi tersebut adalah Kampung Bukik Tabuak, RT 04/RW 03, Kelurahan Lambuang Bukik, Kecamatan Pauh. Hingga saat ini, warga kampung tersebut mengaku belum pernah menerima bantuan secara langsung, baik dari pemerintah daerah maupun instansi terkait sejak bencana banjir bandang dan longsor terjadi.
Untuk mendapatkan bantuan, warga Kampung Bukik Tabuak harus turun dari perbukitan menuju kawasan Batu Busuak dengan jarak tempuh hampir 3 kilometer. Selain jarak yang jauh, akses jalan menuju kampung juga sulit dilalui, terutama bagi lansia dan perempuan, sehingga menyulitkan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
“Sejak banjir terjadi, belum ada petugas yang datang ke kampung kami. Kalau mau dapat bantuan, kami harus turun ke Batu Busuak, jaraknya jauh dan medannya sulit,” ujar Desri Yanti, ketua RT 04/RW 03 Kelurahan Lambuang Bukik, Sabtu (20/12).
Menurut warga, selain belum tersentuh bantuan, belum ada pula petugas yang datang langsung untuk melakukan pendataan kerusakan rumah, lahan, maupun fasilitas umum yang terdampak banjir bandang di kampung tersebut.
Melihat kondisi itu, sejumlah personel TNI dari Kodam XX Tuanku Imam Bonjol turun langsung ke Kampung Bukik Tabuak pada Sabtu untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako bagi warga terdampak banjir bandang.
Karena lokasi kampung berada di pelosok perbukitan dengan akses terbatas, pendistribusian bantuan dilakukan secara manual menggunakan sepeda motor agar bantuan dapat langsung diterima warga tanpa harus turun ke wilayah lain.
Kepala Penerangan Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufik mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan adanya warga terdampak yang belum mendapatkan bantuan pascabencana.
“Kami berupaya memastikan bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau,” ujar Letkol Kav Taufik.
Warga berharap ke depan distribusi bantuan pascabencana dapat dilakukan secara lebih merata dan terkoordinasi, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah pelosok, perbukitan, dan akses terbatas tidak terabaikan.
Mereka juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pendataan langsung ke lapangan, guna memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan hak yang sama dalam penanganan pascabencana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




