Tanpa Alat Berat, Korban Banjir Padang Gotong Royong Bersihkan Sungai
Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:07 WIB
Padang, Beritasatu.com – Warga Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat bergotong royong membersihkan sungai dari batu-batu besar yang terseret banjir bandang pada akhir November 2025. Mereka khawatir dengan banjir susulan karena batu-batu itu bisa menghambat aliran sungai jika debit air meningkat.
Pascabanjir bandang akhir bulan lalu, warga Padang khususnya di Kawasan Guo masih trauma. Mereka masih menghadapi ancaman banjir susulan setiap kali hujan deras.
Sebagai upaya mengurangi risiko banjir, masyarakat bergotong royong memindahkan batu-batuan besar dari tengah aliran sungai ke bagian tepi, Sabtu (27/12/2025).
Kegiatan ini terpaksa dilakukan secara manual karena alat berat yang sebelumnya digunakan untuk pengerukan sungai telah ditarik oleh pemerintah, sementara pekerjaan normalisasi sungai dinilai belum selesai.
Warga menilai pemindahan material batu masih sangat dibutuhkan. Pasalnya, endapan batu di tengah sungai menyebabkan aliran air menjadi dangkal dan rawan meluap ke permukiman warga saat hujan turun.
Meski hanya menggunakan peralatan sederhana, seperti cangkul dan alat manual lainnya, upaya pemindahan batu tetap dilakukan secara intensif dan bertahap demi menjaga keselamatan lingkungan sekitar.
Salah seorang warga Guo, Kecamatan Kuranji, Fitria, mengatakan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap ancaman banjir yang terus mengintai.
Baca Juga: Mulai Tempati Huntara, Korban Banjir Bandang Padang Berharap Huntap
“Pascabanjir bandang susulan, hari ini masyarakat kembali gotong royong untuk memindahkan batu ke tepi sungai karena alat berat sudah tidak ada. Saya berharap pemerintah dapat membantu kembali dengan menurunkan alat berat,” ujar Fitria.
Hal senada disampaikan Ade Nansafputra, RT 02 RW 06 Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Ia berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah Guo.
“Kami gotong royong memindahkan batu dari tengah ke tepi sungai karena tidak ada alat berat. Jika bagian tepi sungai tidak dibersihkan, setiap hujan turun air sungai dipastikan meluap dan menghantam rumah warga,” ungkapnya.
Akibat banjir bandang sebelumnya, sedikitnya ratusan rumah warga sempat terendam lumpur, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kerugian material.
Hingga saat ini, proses pembersihan lingkungan masih terus dilakukan secara swadaya.
Warga pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan, sembari berharap adanya perhatian dan bantuan lanjutan dari pemerintah untuk percepatan normalisasi sungai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




