ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inovasi dan Digitalisasi Jadi Kunci Tingkatkan Penetrasi Ekonomi Syariah

Rabu, 21 Juni 2023 | 06:51 WIB
HK
IC
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: CAH
Temu silaturahmi Prudential Syariah dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).
Temu silaturahmi Prudential Syariah dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Penetrasi ekonomi syariah di Tanah Air dinilai masih minim dibandingkan dengan sejumlah negara lainnya, seperti misalnya dengan Malaysia dan India. Padahal, potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar yang didukung dengan jumlah umat muslim yang mencapai 80% dari populasi.

Untuk itu inovasi dan kolaborasi yang didukung oleh digitalisasi dinilai menjadi langkah bersama yang perlu diakselerasi oleh berbagai pihak guna meningkatkan penetrasi ekonomi syariah di Indonesia, termasuk asuransi syariah.

Paul Setio Kartono, chief financial officer Prudential Syariah, mengakui hal tersebut. Berdasarkan data global dari Prudential, khususnya di Asia Pasifik, Malaysia masih menjadi pemimpin pasar dalam asuransi syariah. Padahal, jumlah jumlah umat muslim di Malaysia hanya mencapai 70% dari total populasinya sebesar 60 juta jiwa. India, sebut dia, juga menjadi negara yang bisa menjadi pesaing dengan jumlah penduduk muslim mencapai 15% dari total populasinya sebesar 1,5 miliar jiwa.

ADVERTISEMENT

"Adapun di Indonesia ada 80% dari 275 juta penduduk. Jadi, seharusnya potensi kita sangat besar," ujar Paul Setio Kartono Rabu (14/6/2023).

Untuk itu menurutnya upaya meningkatkan penetrasi pasar asuransi syariah, dapat diakselerasi melalui kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi. Pasalnya, di industri asuransi, khususnya syariah, prinsip law of the large number (hukum bilangan besar) memegang peranan penting.

"Ini artinya, semakin besar jumlah tertanggung, semakin signifikan dan merata penyebaran risiko sehingga risiko yang ditanggung individu semakin kecil. Kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi juga dapat dilakukan seluruh pemangku kepentingan di industri syariah agar mampu mengembangkan ekosistem demi kemajuan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air. Ini hanya bisa dicapai dengan kolaborasi, inovasi dan digitalisasi melalui teknologi. Itu yang selalu Prudential Syariah canangkan," tuturnya.

Paul mengatakan, pengembangan ekosistem syariah melalui kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi ini semakin terbuka dengan kehadiran berbagai pelaku jasa keuangan syariah berbasis teknologi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya seperti akademisi, para pakar, dan komunitas.

"Ada fintech payment dan berbagai macam lagi. Kita bisa berkolaborasi dan tinggal mencari peluang kerja samanya. Jadi, kita bisa membentuk dan mengembangkan ekosistem bersama-sama," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Koperasi Desa Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Syariah Sektor Riil

Koperasi Desa Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Syariah Sektor Riil

EKONOMI
Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

Gerak Syariah 2026 Himpun Rp 6,83 Triliun, Literasi Terus Digenjot

EKONOMI
Kawasan Industri Halal Dorong RI Pimpin Ekonomi Syariah

Kawasan Industri Halal Dorong RI Pimpin Ekonomi Syariah

EKONOMI
Sertifikasi Halal Diusulkan Gratis untuk Dorong Ekonomi Syariah

Sertifikasi Halal Diusulkan Gratis untuk Dorong Ekonomi Syariah

EKONOMI
Enggartiasto Lukita: Ekonomi Syariah Kunci Pemerataan UMKM

Enggartiasto Lukita: Ekonomi Syariah Kunci Pemerataan UMKM

EKONOMI
LPS Dorong Penguatan Suplai Ekonomi Syariah

LPS Dorong Penguatan Suplai Ekonomi Syariah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon