ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jaga Rupiah, BI Laksanakan Twin Operation

Rabu, 12 Juni 2013 | 18:08 WIB
G
FB
Penulis: GRC | Editor: FMB
Ilustrasi logo Bank Indonesia di gedung Bank Indonesia.
Ilustrasi logo Bank Indonesia di gedung Bank Indonesia. (JG Photo)

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaksanakan Twin Operation atau operasi ganda untuk menjaga nilai tukar rupiah dari pelemahan terlalu dalam. Operasi tersebut yaitu intervensi di pasar valuta asing (valas) dan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN).

Istilah yang telah diciptakan semasa kepemimpinan Mantan Gubernur BI Darmin Nasution tersebut digunakan yaitu untuk menggambarkan operasi moneter yang dilaksanakan dalam waktu bersamaan.

"Kalau kami intervensi valas, dolar keluar dan rupiah masuk ke BI. Sedangkan kalau kami beli Surat Utang Negara (SUN), maka SUN masuk ke BI dan rupiah keluar dari BI. Dengan demikian, likuiditas rupiah juga terjaga," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi Ahmad Johansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/6).

Intervensi di pasar valas yaitu para dealer treasury BI melakukan jual-beli valas di foreign exchange market. Sedangkan intervensi di
pasar SBN yaitu BI membeli SBN di pasar primer maupun sekunder.

ADVERTISEMENT

Dari hasil lelang SUN dengan target dari pemerintah sebesar Rp 2 triliun, BI memenangkan sebesar Rp 1 triliun. Namun, yang mengajukan penawaran (bidding) hanya Rp 1,07 triliun atau di bawah target. Difi menjelaskan, bidding di bawah target karena pemilik SUN cenderung menahan atau memegang SUN-nya.

BI mencatat, kurs hari ini (12 Juni 2013) ditransaksikan stabil dan ditutup di level Rp 9.855 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan
Non Deliverable Forward (NDF) kontrak 1 bulan menurun menjadi Rp 10.120 per dolar AS, menurun dari Rp 10.400 per dolar AS. Sementara itu, NDF kontrak 1 minggu menurun dari Rp 10.302 per dolar AS menjadi Rp 10.035 per dolar AS.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat karena nilai tukar rupiah stabil. Sudah muncul supply valas di pasar khususnya dari eksportir," ujar Difi.

Dari segi psikologi pasar, Difi mengatakan, eksportir melepas valasnya karena mereka merasa rupiah sudah bottom. Jika eksportir meng-keep terus-menerus valas dan dolar tidak naik lagi, mereka akan mengalami rugi cost of money, karena suku bunga holding dolar tidak atraktif.

Menurut Difi, efek intervensi BI telah meningkatkan kepercayaan (confidence) pasar yang tercermin dari pasar yang sebelumnya one way (bid only) atau mencari pasar yang two way (bid and offer), sehingga telah ada yang menawarkan valasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon