ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rp 39 Triliun Sudah Dikucurkan untuk Kendalikan Inflasi

Jumat, 14 Juni 2024 | 18:08 WIB
AK
H
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: HE
Pedagang melayani pembeli sayuran di lapak pasar Tebet Barat, Jakarta, Senin, 1 April 2024.
Pedagang melayani pembeli sayuran di lapak pasar Tebet Barat, Jakarta, Senin, 1 April 2024. (B Universe Photo/Joanito de Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah pada tahun ini telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 39 triliun untuk mengendalikan inflasi.

Menurut Airlangga, upaya ini dilakukan secara berkelanjutan dan sinergis dari pemerintah pusat hingga daerah. Dia menekankan, menjaga kestabilan pasokan domestik merupakan kunci utama untuk memastikan stabilitas pangan di seluruh daerah.

Hingga 31 Mei 2024, realisasi anggaran pengendalian inflasi kementerian/lembaga mencapai Rp 39 triliun dari total pagu Rp 124,16 triliun. Di tingkat pemerintah daerah, anggaran yang terealisasi sebesar Rp 13,56 triliun dari pagu Rp 92,87 triliun.

ADVERTISEMENT

“Pengembangan neraca pangan sangat penting, dengan badan pangan yang akan menyiapkan data pangan yang akuntabel. Dengan adanya neraca pangan, stabilisasi harga di daerah dapat lebih terpantau,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi, di Jakarta, Jumat (14/6/2024).

Airlangga menambahkan, pemerintah menjamin kelancaran distribusi terutama untuk 10 komoditas pangan strategis melalui Badan Pangan Nasional serta optimalisasi tol laut di daerah tertinggal, terpencil, dan terluar.

“Terkendalinya inflasi ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11% (kuartal I 2024, lebih baik dibandingkan negara lain,” ungkapnya.

Pemerintah menerapkan strategi 4K untuk mengendalikan inflasi di daerah, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Pemerintah juga melakukan stabilisasi harga untuk mengatasi kenaikan harga jangka pendek melalui penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), bantuan pangan, dan gerakan pangan murah. Di sektor pertanian, alokasi subsidi pupuk ditingkatkan.

“Peningkatan produksi dicapai dengan menambah alokasi subsidi pupuk dan akses pembiayaan untuk sektor pertanian, serta penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) untuk sektor pertanian sebesar 30%,” ujar Airlangga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2024 terjadi deflasi sebesar 0,03% (mtm), sehingga secara tahunan inflasi menurun menjadi 2,84% (yoy) dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 3,00% (yoy).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon