ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Airlangga: Pengendalian Inflasi di Indonesia Lebih Baik dari AS dan Rusia

Jumat, 14 Juni 2024 | 19:50 WIB
TP
YP
R
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi 2024 yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat, 14 Juni 2024.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi 2024 yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat, 14 Juni 2024. (Kemenko Perekonomian)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa capaian inflasi Indonesia saat ini masih terkendali. Pada Mei 2024, inflasi mencapai 2,84% (yoy), berada dalam rentang sasaran 2,5±1%.

Capaian ini menempatkan Indonesia di posisi lebih baik dibanding negara-negara G-20 lainnya, seperti Amerika Serikat (3,3% yoy), Argentina (289% yoy), Australia (3,6%), Turki (75,45% yoy), dan Rusia (7,84% yoy) yang mengalami inflasi yang lebih tinggi.

Kunci keberhasilan ini terletak pada konsistensi kebijakan moneter dan sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), upaya pengendalian inflasi terus diperkuat di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

Dalam rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi 2024, yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat (14/6/2024), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menekankan pentingnya pengamanan produksi dan efisiensi rantai pasok pangan. Instruksi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas inflasi demi mencapai sasaran inflasi 2025-2027, menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan tantangan struktural.

Airlangga menegaskan strategi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga. Fokus utama termasuk keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

"Kesinambungan pasokan domestik dan data pangan yang akuntabel menjadi prioritas utama. Dengan pengembangan neraca pangan, diharapkan stabilitas harga dapat termonitor secara lebih efektif," jelas Airlangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

Purbaya: Inflasi 2,42% Terkendali Berkat Intervensi Harga Energi

EKONOMI
BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

BPS Sebut Andil Kenaikan BBM pada Inflasi Masih Kecil

EKONOMI
Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

Inflasi April 0,13 Persen, Tiket Pesawat dan BBM Jadi Pemicu

EKONOMI
BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

BBM Nonsubsidi Naik, BI Sebut Dampaknya Minim ke Inflasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon