ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Badan Pangan Nasional Dorong Neraca Pangan Daerah untuk Kendalikan Inflasi

Sabtu, 15 Juni 2024 | 14:07 WIB
TP
AD
Penulis: Teguh Adi Prasetyo | Editor: AD
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi di BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Februari 2024.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi di BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Februari 2024. (Beritasatu.com/Vinnilya Huanggrio)

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mendorong Penguatan neraca pangan daerah menjadi aspek penting dalam memberikan gambaran yang utuh terhadap situasi surplus dan defisit di setiap daerah. Hal tersebut diungkapkan Arief seusai menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (14/6/2024) di Istana Negara.

"Badan Pangan Nasional mendorong setiap daerah punya neraca, sehingga tahu kebutuhan pangannya berapa, berapa yang harus diproduksi. Basis data pangan yang kuat akan memberikan situasi yang lebih tepat dan menentukan pemetaan intervensi stabilisasi di lapangan secara lebih akurat," ujar Arief.

Menurutnya, masing-masing daerah memiliki keunggulan komoditas pangannya, sehingga dengan neraca pangan daerah tersebut, daerah bisa menjalin kerja sama antardaerah yang kuat dengan saling mengisi komoditas pangan yang defisit di daerah masing-masing.  

ADVERTISEMENT

"Dengan adanya neraca pangan daerah, kita dapat memantau dan mengelola distribusi pangan secara lebih efektif dan efisien. Hal ini sangat krusial untuk memastikan stabilitas harga pangan dan mencegah terjadinya kelangkaan yang dapat memicu inflasi," ungkap Arief.

Arif juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan sinergi dalam penyusunan neraca pangan ini. "Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan dalam pengelolaan pangan nasional. Kami berharap dengan langkah pengendalian inflasi yang terus kita koordinasikan bersama melalui pertemuan rutin yang dikoordinasikan Bapak Mendagri, kita berharap inflasi tetap terjaga sesuai target pemerintah," tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada Rakornas Pengendalian Inflasi tersebut juga menekankan peran Badan Pangan Nasional dalam memastikan kelancaran distribusi pangan, utamanya 10 komoditas pangan strategis.

"Kesinambungan pasokan domestik kunci utama menjaga stabilitas pangan di seluruh daerah. Pengembangan neraca pangan menjadi penting. Dari Badan Pangan Nasional mempersiapkan, yaitu penyediaan data yang akuntabel. Dengan data ini stabilisasi harga di daerah dapat termonitor dengan baik," ujar Airlangga. 

Adapun Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa tren inflasi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir menurun dan terkendali rendah, bahkan termasuk terendah di dunia saat ini. Tercatat inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada Mei 2024 sebesar 2,84%. Angka ini masih terjaga dan berada dalam kisaran target pemerintah sebesar 2,5 plus minus 1%.

Menurutnya, hal ini didukung dengan sinergi yang kuat dari seluruh stakeholder dalam pengendalian inflasi, termasuk melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan yang secara massal dilakukan di seluruh daerah.   

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

Pemerintah Komitmen Jaga Petani Tetap Untung dan Harga Terjangkau

EKONOMI
Kemenko Pangan Susun Aturan Rantai Pasok MBG

Kemenko Pangan Susun Aturan Rantai Pasok MBG

EKONOMI
Harga Plastik Naik, Beras SPHP Boleh Pakai Kemasan Stok 2023-2025

Harga Plastik Naik, Beras SPHP Boleh Pakai Kemasan Stok 2023-2025

EKONOMI
Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

Krisis Plastik Picu Kenaikan Harga Pangan, Bapanas Cari Solusi

EKONOMI
Harga Minyak Goreng di Pasar Palmerah Tembus Rp 24.000 per Liter

Harga Minyak Goreng di Pasar Palmerah Tembus Rp 24.000 per Liter

EKONOMI
Harga Minyakita Mulai Turun, Bapanas Ungkap Penyebabnya

Harga Minyakita Mulai Turun, Bapanas Ungkap Penyebabnya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon