Pilkada Serentak Momentum Perkuat Rupiah (3-Habis)
Selasa, 30 Juni 2015 | 09:38 WIB
Sementara itu, pengamat ekonomi Iman Sugema tidak memungkiri bahwa akan ada dana yang beredar di masyarakat, dari para calon kepada masyarakat. Namun, kata dia, dana yang digunakan merupakan dana yang sudah tersedia, namun pengalokasiannya saja yang berbeda.
Dia juga tidak memungkiri kemungkinan masuknya dana asing dari luar untuk mendanai pilkada. Namun, lanjut dia, jumlahnya tidak akan signifikan sampai memengaruhi nilai tukar.
Demikian halnya dengan lantai bursa, yang menurut Iman juga tidak akan banyak dipengaruhi oleh proses pilkada. "Kalau pilpres, masih mungkin bursa bergejolak. Kalau pilkada itu dampaknya lokal sekali," kata dia.
Sektor ekonomi yang akan berpengaruh dari kegiatan pilkada, menurut Iman, adalah logistik kampanye yang pelakunya umumnya dari industri kecil dan menengah. "Kalau ini saya setuju. Beberapa usaha akan bergairah, seperti penyediaan kaos spanduk, dan sejenisnya," ujar dia.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada berpendapat, sebenarnya pergerakan rupiah tidak dipengaruhi langsung oleh kegiatan pilkada. Di pasar valas, para investor masih wait and see. Kalau mereka masih wait and see terhadap rupiah, maka perdagangan rupiah tidak signifikan, dan di sisi lain ada mata uang lain yang lebih likuid.
Menurut dia, hasil pilkada memberi sentimen sedikit ke pasar modal. Tapi setelah penyelenggaraan pilkada selesai, pelaku pasar akan melihat data-data apakah terjadi peningkatan daya beli masyarakat selama berlangsungnya pilkada yang terefleksi dari data penjualan ritel. Pelaku pasar akan melihat bahwa pilkada mampu meningkatkan konsumsi masyarakat.
"Pasar juga akan merespons ketika penyelenggaraan pilkada hampir selesai kira-kira ada daerah yang rusuh atau tidak, apakah pilkada serentak aman dan lancar atau tidak. Jika tidak ada masalah dan tidak ada gugatan hasil pilkada, bisa menjadi nilai plus buat rupiah. Pasar akan melihat Indonesia berhasil menyelenggarakan pilkada serentak untuk pertama kalinya," ucap dia.
Mengenai pengaruh pilkada terhadap pasar modal, Reza menjelaskan, di pasar modal yang dilihat adalah faktor-faktor umum, seperti data kinerja emiten dan data makroekonomi. Pelaku pasar tidak merespons pilkada seperti saat pilpres lalu karena pilpres memilih pucuk pimpinan nasional.
"Pasar modal lebih banyak didukung oleh sentimen, dan aktivitas transaksi selama ini masih dalam batas normal," ucap dia.
Reza memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sampai akhir 2015 akan berada di kisaran 5.200-5.250. "IHSG agak sulit dekati target moderat 5.400 hingga akhir 2015 walaupun target tersebut masih realistis. Sedangkan target yang lebih optimistis di kisaran 5.800-6.000 sudah jarang dipakai. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya target yang optimistis sering tidak tercapai," kata dia.
Menurut dia, target 5.400 lebih realistis dengan harapaan rupiah bisa lebih stabil dan program-program pembangunan infrastruktur segera direalisasikan pemerintah. Selain itu, ada sentimen dalam negeri yang mampu mengimbangi masalah global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




