Bukan Sekadar Hemat, Efisiensi Anggaran Difokuskan untuk Sektor Produktif
Kamis, 27 Februari 2025 | 08:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah berupaya melakukan efisiensi anggaran guna mengalokasikan dana lebih optimal untuk program prioritas. Upaya ini dilakukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, 85% produk domestik bruto (PDB) berasal dari sektor riil, sementara 15% sisanya dari belanja pemerintah. Oleh karena itu, efisiensi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencapai Rp 3.621,3 triliun akan difokuskan untuk sektor-sektor yang memberikan dampak maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi.
"APBN akan tetap suportif terhadap perekonomian dengan menciptakan PDB yang lebih besar," ujar Suahasil dalam acara Economic Outlook 2025 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD menyebutkan, total efisiensi anggaran mencapai Rp 306,69 triliun. Angka ini terdiri dari efisiensi belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 256,1 triliun dan efisiensi transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,5 triliun.
Pemotongan anggaran dilakukan pada sektor-sektor seperti seminar, perjalanan dinas, focus group discussion (FGD), hingga alat tulis kantor. Namun, bukan berarti kegiatan tersebut dihapus sepenuhnya, melainkan dilakukan peninjauan ulang terhadap kebutuhan yang dapat dikurangi.
"Bukan berarti anggaran itu dihapus begitu saja, tetapi direviu ulang untuk memastikan mana yang benar-benar diperlukan. Oleh karena itu, dalam aktivitas efisiensi ini, kita mengambil langkah yang sangat terukur," kata Suahasil.
Suahasil menegaskan, anggaran untuk belanja pegawai dan bantuan sosial tidak akan dikurangi. Program bantuan sosial akan tetap berjalan seperti biasa karena merupakan bagian dari peran APBN dalam perlindungan sosial.
Dengan efisiensi anggaran ini, APBN diharapkan menjadi lebih sehat dan produktif. Dana hasil penghematan akan dialokasikan ke sektor-sektor yang mampu mendorong penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Efisiensi anggaran juga ditujukan untuk belanja yang dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Apabila tenaga kerja terserap lebih banyak, maka kesejahteraan masyarakat meningkat dan ekonomi dapat bergerak lebih dinamis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




