ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil Ungkap Rencana Besar RI Jadi Raja Energi dan Baterai Dunia

Sabtu, 19 Juli 2025 | 08:17 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) didampingi Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Bambang Pramujati (kanan) saat acara peresmian Migas Corner di Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jatim, Kamis, 17 Juli 2025.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kiri) didampingi Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Bambang Pramujati (kanan) saat acara peresmian Migas Corner di Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jatim, Kamis, 17 Juli 2025. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan swasembada energi dan hilirisasi industri adalah dua pilar utama pembangunan nasional menuju kemandirian dan kedaulatan sumber daya alam. RI memiliki rencana besar menjadi raja energi dan baterai dunia.

Dalam peresmian Migas Corner di ITS Surabaya, Kamis (17/7/2025), Bahlil menyampaikan hilirisasi bukan hanya soal peningkatan nilai tambah, melainkan strategi memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pembangunan energi nasional hari ini mengusung misi besar, yaitu swasembada energi dan hilirisasi. Pemerintah mendorong reaktivasi sumur migas idle, pembangunan infrastruktur gas, transisi energi berbasis EBT, serta inovasi teknologi,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/7/2025 .

ADVERTISEMENT

Bahlil juga menekankan pentingnya peran kampus dan mahasiswa dalam mendukung transisi energi. Menurut dia, generasi muda adalah agen perubahan dalam mewujudkan kedaulatan energi.

Bahlil menyoroti Indonesia selama ini hanya mengekspor bahan mentah, yang justru menguntungkan negara lain. Ia menyindir pola lama yang menyerupai praktik penjajahan ekonomi ala VOC.

“Kalau kita cuma ekspor bahan mentah, nilai tambahnya ada di luar. Apa bedanya kita dengan zaman VOC? Mereka 390 tahun bikin negara lain candu terhadap sumber daya kita,” ujar Bahlil.

Kini, Indonesia mulai menuai hasil dari program hilirisasi. Salah satu yang paling menonjol adalah ekosistem baterai kendaraan listrik, yang membuat Indonesia menjadi produsen baterai terbesar nomor dua di dunia setelah China. 

“Investasi ekosistem baterai di Indonesia sudah mencapai US$ 20 miliar. Pada November nanti akan masuk lagi investasi US $100 miliar dari China dan Korea,” ungkap Bahlil.

Bahkan, kata dia, Presiden Prabowo bahkan mendorong agar hilirisasi tidak berhenti pada cell battery, tetapi hingga mobil listrik utuh buatan Indonesia. Dengan fokus pada hilirisasi dan swasembada energi, Indonesia siap melompat menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis teknologi dan sumber daya dalam negeri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

NASIONAL
Bahlil Sebut Konversi LPG ke CNG Masih Dikaji

Bahlil Sebut Konversi LPG ke CNG Masih Dikaji

EKONOMI
Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

NASIONAL
Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syarat dari Bahlil

Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syarat dari Bahlil

EKONOMI
Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

EKONOMI
Bahlil Siapkan Rp 10,3 T untuk Terangi Seluruh Dusun di Indonesia

Bahlil Siapkan Rp 10,3 T untuk Terangi Seluruh Dusun di Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon