BBM Shell hingga BP Tiris, Pemerintah Kumpulkan Bos-bos Migas
Rabu, 3 September 2025 | 18:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengumpulkan pimpinan perusahaan migas, terutama yang bergerak di ekosistem bisnis hilir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti Shell, BP-AKR, dan tentu saja PT Pertamina.
Langkah ini diambil untuk merespons fenomena kekosongan stok BBM di sejumlah jaringan SPBU swasta.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan, pertemuan tersebut akan membahas rencana perusahaan SPBU swasta membeli produk BBM langsung dari kilang Pertamina.
“Sudah ada arahan kepada Dirjen Migas untuk segera dikumpulkan, dirapatkan antara Pertamina dengan badan usaha yang memerlukan,” kata Yuliot di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/9/2025).
Sebelumnya, pemerintah mengimbau agar perusahaan SPBU membeli BBM dari kilang Pertamina menyusul kelangkaan stok di jaringan SPBU swasta.
Kementerian ESDM menyebut, kuota impor BBM bagi perusahaan SPBU swasta sudah ditambah sekitar 10% dibandingkan tahun 2024. Dengan tambahan ini, seharusnya stok BBM di SPBU swasta tidak terkendala.
Jika stok BBM perusahaan swasta tetap kosong, pemerintah mendorong agar kebutuhan dipenuhi melalui pasokan dalam negeri, khususnya dari Pertamina, ketimbang mengandalkan impor. Langkah ini diharapkan dapat menekan defisit impor migas Indonesia.
“Untuk BBM, badan usaha swasta, Pak Menteri ESDM sudah menyampaikan bahwa ini disinkronkan untuk proses impor antara Pertamina dengan badan usaha swasta,” pungkas Yuliot.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




