ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wamen Investasi: Hilirisasi Bisa Tekan Biaya Produksi Listrik EBT

Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:03 WIB
BI
DM
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: DM
Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, tantangan utama dalam pengembangan energi hijau terletak pada tingginya biaya produksi akibat rantai pasok yang belum efisien. Kondisi itu berdampak pada harga jual listrik ke masyarakat.
Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, tantangan utama dalam pengembangan energi hijau terletak pada tingginya biaya produksi akibat rantai pasok yang belum efisien. Kondisi itu berdampak pada harga jual listrik ke masyarakat. (Beritasatu.com/Bambang Ismoyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan program hilirisasi bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Selain itu juga untuk menekan biaya produksi energi baru terbarukan (EBT) agar lebih kompetitif.

Menurut Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, tantangan utama dalam pengembangan energi hijau terletak pada tingginya biaya produksi akibat rantai pasok yang belum efisien. Kondisi itu berdampak pada harga jual listrik ke masyarakat.

“Tantangan dalam energi hijau adalah harga jual yang masih relatif tinggi dibandingkan dengan energi fosil dan lainnya,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

ADVERTISEMENT

Todotua menjelaskan, hilirisasi menjadi terobosan strategis untuk memperkuat transformasi menuju energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia. Selain meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, hilirisasi juga dapat memperkuat rantai pasok energi bersih nasional.

Sebagai contoh, ia menyoroti penerapan hilirisasi dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Dalam sistem ini, panel surya menjadi komponen utama yang berfungsi mengubah energi cahaya menjadi listrik.

Jika Indonesia mampu memproduksi panel surya dan sel surya (solar cell) di dalam negeri dengan harga dan kualitas kompetitif, maka ketergantungan terhadap produk impor dapat ditekan secara signifikan. 

“Kalau kita bisa membangun pabrik panel surya dan mendukung pabriknya menciptakan solar cell yang kompetitif, maka akan berdampak terhadap harga ekonomi,” tutur Todotua.

Ia menambahkan, penguatan sektor manufaktur komponen energi bersih melalui hilirisasi menjadi pilar penting dalam mendukung transisi energi nasional. Langkah ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing pasar global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Arahan Prabowo, Bahlil Dorong Hilirisasi Energi Nasional

Arahan Prabowo, Bahlil Dorong Hilirisasi Energi Nasional

EKONOMI
RI Pegang Kendali Komoditas, Hilirisasi Energi Jadi Senjata Daya Tawar

RI Pegang Kendali Komoditas, Hilirisasi Energi Jadi Senjata Daya Tawar

EKONOMI
18 Proyek Hilirisasi Energi Bisa Ciptakan 276.636 Lapangan Kerja Baru

18 Proyek Hilirisasi Energi Bisa Ciptakan 276.636 Lapangan Kerja Baru

EKONOMI
Bahlil Ungkap Rencana Besar RI Jadi Raja Energi dan Baterai Dunia

Bahlil Ungkap Rencana Besar RI Jadi Raja Energi dan Baterai Dunia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon