ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bahlil Bidik Papua Jadi Basis Produksi Energi Nabati Nasional

Rabu, 17 Desember 2025 | 06:23 WIB
CS
SM
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: SMR
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/12/2025). (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ingin menjadikan Papua sebagai basis produksi energi nabati secara nasional. Papua berpotensi besar untuk dikembangkan jadi wilayah produksi bahan baku energi nabati, khususnya etanol sebagai bagian dari strategi nasional untuk menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

"Saya pikir Papua salah satu wilayah yang bisa dijadikan sebagai bagian dari produksi bahan baku etanol," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Bahlil menilai, pengembangan etanol di Papua sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada energi, yang menekankan optimalisasi seluruh potensi energi dalam negeri khususnya energi terbarukan berbasis nabati. 

ADVERTISEMENT

Menurut Bahlil, ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin masih cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu mendorong kebijakan mandatori campuran etanol pada bensin seperti E10, E20, hingga E30, sebagai langkah strategis mengurangi impor BBM.

Pemerintah sendiri secara bertahap akan mendorong penerapan campuran etanol pada BBM. Mandatori program E10 berupa campuran etanol 10% pada bensin akan dilakukan pada 2027.

Bahlil menambahkan, bahan baku etanol sangat beragam dan dapat diproduksi dari komoditas pertanian yang potensinya melimpah di dalam negeri. "Etanol itu dari mana? Dari singkong, jagung, kemudian tebu dan berbagai bahan baku lain," ucap Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menyebut selama ini pemerintah telah menjalankan program biodiesel seperti B40 dan tengah mempersiapkan peningkatan ke B50 pada 2026.

Program tersebut merupakan campuran bahan bakar solar dengan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang berasal dari minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta metanol. Dengan rencana peningkatan ke B50, kebutuhan bahan baku energi nabati dipastikan akan semakin besar.

"Ke depan, kita mau dorong B50, maka potensi untuk penambahan bahan baku kan semakin tinggi," ucap Bahlil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM melalui pengembangan energi nabati di Papua.

Menurut Prabowo, Papua memiliki potensi besar untuk mengembangkan komoditas energi berbasis pertanian, salah satunya adalah kelapa sawit. Ia menyebut sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku BBM nabati seperti biodiesel B50.

Selain sawit, Prabowo juga mendorong pemanfaatan singkong dan tebu di Papua untuk dikembangkan menjadi etanol sebagai substitusi BBM fosil.

Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari strategi besar menuju swasembada energi. 

"Kalau kita bisa tanam kelapa sawit, tanam singkong, tanam tebu, pakai tenaga surya dan tenaga air bayangkan berapa ratus triliun kita bisa hemat tiap tahun?" tutur Prabowo saat memberikan arahan kepada para kepala daerah wilayah Papua, Selasa (16/12/2025).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

Bahlil Nostalgia Masa Kecil Tanpa Listrik, Hidup dengan Lampu Pelita

NASIONAL
Bahlil Sebut Konversi LPG ke CNG Masih Dikaji

Bahlil Sebut Konversi LPG ke CNG Masih Dikaji

EKONOMI
Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

Bahlil Targetkan Desa Tanpa Listrik Tuntas Bertahap hingga 2027

NASIONAL
Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syarat dari Bahlil

Harga Pertamax Bisa Turun, Ini Syarat dari Bahlil

EKONOMI
Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

Bantah Listrik Padam karena Batu Bara, Bahlil Ultimatum PLN

EKONOMI
Bahlil Siapkan Rp 10,3 T untuk Terangi Seluruh Dusun di Indonesia

Bahlil Siapkan Rp 10,3 T untuk Terangi Seluruh Dusun di Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon