Bencana Hidrometeorologi Buat 3 Provinsi Sumatera Cetak Inflasi Tinggi
Senin, 5 Januari 2026 | 16:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tiga provinsi di Pulau Sumatera yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor, menjadi daerah dengan inflasi tertinggi pada Desember 2025.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menjelaskan bahwa kenaikan harga komoditas yang terdorong oleh efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 menjadi penyebab utama inflasi di ketiga wilayah tersebut.
"Penyebab terjadinya inflasi di ketiga wilayah tersebut dikarenakan kenaikan harga komoditas yang diakibatkan efek bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025," ujar Pudji di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Sebelumnya, ketiga provinsi ini sempat mencatat deflasi bulanan (month to month/mtm) pada November 2025, masing-masing 0,67% mtm di Aceh, 0,42% mtm di Sumatera Utara, dan 0,24% mtm di Sumatera Barat.
Pada Desember 2025, Aceh mencatat inflasi bulanan 3,60% mtm dan inflasi tahunan 6,71% year on year (yoy). Kenaikan harga beras menjadi kontributor terbesar dengan andil 0,80%, diikuti bahan bakar rumah tangga 0,26%, minyak goreng 0,26%, telur ayam ras 0,24%, bawang merah 0,24%, serta nasi dengan lauk 0,15%.
Sumatera Utara membukukan inflasi bulanan 1,66% mtm dan inflasi tahunan 4,66% yoy, dengan cabai rawit menyumbang 0,41%, bawang merah 0,24%, kelapa 0,14%, daging ayam ras 0,13%, emas perhiasan 0,09%, dan kacang panjang 0,07%.
Sementara itu, Sumatera Barat mencatat inflasi bulanan 1,48% mtm dan inflasi tahunan 5,15% yoy. Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah bawang merah 0,22%, cabai rawit 0,18%, beras 0,14%, daging ayam ras 0,10%, kangkung 0,09%, dan emas perhiasan 0,09%.
"Secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi di ketiga provinsi tersebut," kata Pudji.
BPS menambahkan bahwa cuaca ekstrem di Sumatera pada akhir November 2025 dipicu oleh bibit siklon tropis 95B yang kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar, serta terpengaruh Siklon Tropis Koto. Kedua siklon ini meningkatkan curah hujan secara signifikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang kemudian memicu banjir dan bencana terkait lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




