ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Purbaya Yakin Keraguan Moody’s Akan Hilang Seiring Waktu

Jumat, 6 Februari 2026 | 13:42 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini keraguan lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service (Moody’s) terhadap Indonesia bakal hilang setelah melihat kinerja perekonomian nasional.

“Walaupun ada program seperti yang mereka ragukan, tetapi ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Pelan-pelan nanti keraguannya akan hilang,” kata Purbaya dilansir dari Antara, Jumat (6/2/2026).

Purbaya berpendapat outlook negatif Moody’s terhadap Indonesia akan berbeda bila penilaian dilakukan setelah hasil pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 keluar.

Ekonomi tumbuh sebesar 5,39% (year on year/yoy) pada kuartal IV 2025, menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal lain sepanjang 2025, meski di bawah target Purbaya sebesar 5,45% (yoy).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, keraguan lembaga pemeringkat pada dasarnya terkait dengan kemampuan negara membayar utang. Dalam konteks ini, Menkeu menjamin fiskal negara memadai untuk memenuhi kewajiban tersebut.

“Lembaga pemeringkat itu sebetulnya menilai apakah kita mampu bayar utang atau mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhi, jadi harusnya enggak ada masalah. Ini saya pikir hanya yang agak pendek saja ya,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran program pemerintah yang berpotensi membebankan fiskal, Purbaya menyatakan akan mengawal penyaluran anggaran sehingga serapan program berjalan optimal.

Terlebih, ia sudah mendapatkan persetujuan dari DPR untuk meninjau anggaran kementerian/lembaga (K/L) lain, yang berarti bendahara negara bisa lebih leluasa mengoreksi anggaran program.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kami pastikan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien. Itu yang akan saya lihat nanti. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody’s juga khawatir di situ,” tambahnya.

Secara umum, lanjut dia, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bergerak ke arah yang benar, dengan defisit yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih baik. Perbaikan itu pun dilakukan dengan biaya yang relatif minimum.

Menkeu juga tak khawatir soal potensi penurunan tingkat kredit Indonesia. Defisit APBN relatif terkendali dibandingkan negara sejawat. Perekonomian Indonesia juga diupayakan agar mencetak pertumbuhan lebih tinggi ke depan, dengan target mencapai sekitar 6%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Yakin Outlook Negatif Lembaga Pemeringkat Bersifat Sementara

OJK Yakin Outlook Negatif Lembaga Pemeringkat Bersifat Sementara

EKONOMI
Pefindo Proyeksikan Surat Utang Korporasi Tembus Rp 196,86 Triliun

Pefindo Proyeksikan Surat Utang Korporasi Tembus Rp 196,86 Triliun

EKONOMI
Risiko Fiskal Dibalik Penurunan Outlook Peringkat Kredit RI

Risiko Fiskal Dibalik Penurunan Outlook Peringkat Kredit RI

EKONOMI
Penurunan Peringkat Moody’s Bisa Bikin Utang RI Lebih Mahal

Penurunan Peringkat Moody’s Bisa Bikin Utang RI Lebih Mahal

EKONOMI
Memperbaiki Peringkat Kredit Indonesia lewat Pengembangan Kebijakan

Memperbaiki Peringkat Kredit Indonesia lewat Pengembangan Kebijakan

EKONOMI
Danantara Jadi Ujung Tombak Perbaiki Peringkat Utang Indonesia

Danantara Jadi Ujung Tombak Perbaiki Peringkat Utang Indonesia

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon