ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jaga Inflasi Jelang Ramadan, BI Fokus pada 3 Strategi Pangan

Senin, 16 Februari 2026 | 13:09 WIB
AH
MK
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: MBK
Infografis perkembangan inflasi 2025
Infografis perkembangan inflasi 2025 (BPS)

Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) akan memperkuat strategi pengendalian pangan menjelang Ramadan 2026. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan inflasi tetap terkendali sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P Gozali mengatakan stabilitas harga pangan menjadi kunci dalam menjaga inflasi tetap terkendali serta mendukung daya beli masyarakat. Hal ini mengingat komoditas pangan, khususnya hortikultura, memiliki karakteristik musiman dan rentan terhadap cuaca ekstrem.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, serta wakil rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan,” ujar Ricky dikutip dari Podcast Bank Indonesia, Senin (16/2/2026).

Sepanjang 2025, inflasi nasional tercatat sebesar 2,92%, masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 2,5% ±1%. Namun pada Januari 2026, inflasi meningkat menjadi 3,55%, terutama didorong kenaikan harga pada kelompok volatile food. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga pangan masih menjadi faktor utama pergerakan inflasi.

ADVERTISEMENT

Ricky menegaskan pengendalian inflasi pangan perlu diperkuat secara konsisten dan berkelanjutan. Untuk itu, gerakan pengendalian inflasi pangan sejahtera (GPIPS) hadir sebagai penyempurnaan dari program sebelumnya, yakni gerakan nasional pengendalian inflasi (GNPIP), dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan komprehensif.

Terdapat tiga strategi utama dalam GPIPS. Pertama, peningkatan produksi pangan, khususnya hortikultura, melalui pemanfaatan bibit unggul tahan cuaca, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanam yang lebih terkoordinasi antarwilayah dan antarwaktu.

Kedua, penguatan distribusi dan konektivitas antarwilayah guna menjaga kelancaran pasokan serta meredam gejolak harga. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan efisiensi logistik dan optimalisasi kerja sama antardaerah (KAD) dengan dukungan BUMN logistik.

Ketiga, penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk pemanfaatan data neraca pangan serta penguatan peran BUMD atau perusahaan pangan daerah sebagai offtaker untuk memastikan stabilitas pasokan.

Menurut Ricky, tantangan ke depan diperkirakan semakin kompleks akibat perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan gangguan distribusi. Oleh karena itu, pengendalian inflasi pangan tidak hanya difokuskan pada stabilitas harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan ketahanan pangan secara struktural.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung stabilitas harga melalui pengembangan klaster pangan, peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan petani sebagai bagian dari strategi menjaga inflasi tetap terkendali.

“Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi melalui mitigasi risiko cuaca ekstrem dan peningkatan efisiensi logistik pangan guna menjaga stabilitas harga, mengurangi disparitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ricky.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

QRIS Sudah Bisa Dipakai di Korea Selatan

QRIS Sudah Bisa Dipakai di Korea Selatan

EKONOMI
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Tambah Instrumen Baru di Pasar Valas

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Tambah Instrumen Baru di Pasar Valas

EKONOMI
Suntikan Rp 100 Triliun ke Perbankan Jaga Likuiditas Keuangan

Suntikan Rp 100 Triliun ke Perbankan Jaga Likuiditas Keuangan

EKONOMI
Jelang Sidang Isbat, Warga Masih Antre Tukar Uang Baru di Pasar Senen

Jelang Sidang Isbat, Warga Masih Antre Tukar Uang Baru di Pasar Senen

JAKARTA
Penukaran Uang Lebaran Tembus 91 Persen, BI Sebut Ekonomi RI Solid

Penukaran Uang Lebaran Tembus 91 Persen, BI Sebut Ekonomi RI Solid

EKONOMI
BI Kawal Rupiah di Pasar Offshore Saat Libur Nyepi dan Lebaran

BI Kawal Rupiah di Pasar Offshore Saat Libur Nyepi dan Lebaran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT